Arsip Blog

Siapakah Pemberontak Houthi (Syi’ah Yaman) ?

Siapakah-Pemberontak-HouthiHouthi atau Hutsi adalah kelompok pemberontak yang berpaham Syiah Itsna Asyariyah atau Syiah 12 imam. Sama seperti Syiah di Indonesia dan induknya Iran. Kelompok ini didirikan oleh Husein bin Badruddin al-Houthi di wilayah utara Yaman, tepatnya di wilayah Sha’dah. Awalnya mereka berpaham Syiah Zaidiyah, kemudian menjalin hubungan dengan Hizbullah Libanon, mereka pun berubah menjadi Syiah 12 imam yang ekstrim. Mengenai latar belakang kelompok ini sudah dijelaskan di artikel “Separatis Houthi dan Revolusi Syiah di Yaman”.

Ideologi Pemberontak Houthi

Sama sepertinya Syiah di Indonesia, Iran, Libanon, Irak, Bahrain, dan mayoritas Syiah yang ada di dunia, pemberontak Houthi pun berideologi Syiah Itsna Asyariyah atau Syiah 12 Imam. Di antara ideologi gerakan ekstrim ini adalah:

  • Ideologi imamah, yaitu bentuk ideologi yang berkeyakinan bahwa kepemimpinan tidak sah kecuali dari keturunan Ali bin Abi Thalib.
  • Membangkang kepada pemerintah dan menyiapkan diri untuk berhadapan dengan pemerintah.
  • Memprovokasi dan membangkitkan semangat pengikutnya untuk memerangi Ahlussunnah. Karena Ahlussunnah meridhai selain Ali jadi khalifah, yaitu Abu Bakar, Umar, dan Utsman radhiallahu ‘anhum ajma’in.
  • Memuji-muji revolusi Khomeini dan Hizbullah Libanon. Mereka menjadikan keduanya sebagai teladan yang wajib dicontoh perjalannya.
  • Memusuhi tiga khalifah pertama dan para sahabat nabi secara umum. Karena dari kaca mata ideologi Houthi dan Syiah 12 Imam, tiga khalifah pertama dan para sahabat nabi adalah sumber bencana pada umat ini. Badruddin al-Houthi mengatakan, “Saya pribadi meyakini kekafiran mereka (para sahabat pen.). Mereka (para sahabat) berada di jalan yang berbeda dengan Rasulullah ﷺ.”
  • Mereka mengajarkan mencela dan melaknat istri-istri Rasulullah ﷺ dan para sahabat beliau.

Baca selengkapnya

Iklan

Pokok Pokok Aqidah Syi’ah

bismillah

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Zat Yang Maha Sempurna nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Saudaraku, sesungguhnya jalan kebenaran sangatlah jelas, begitu pula jalan kesesatan begitu gamblangnya. Semuanya telah ditunjukkan oleh Allah Ta’ala dan diterangkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamdengan sejelas-jelasnya. Maka barangsiapa yang mengambil petunjuk dari Allah dan rasul-Nya dia akan meniti jalan kebenaran, sedangkan yang meninggalkannya akan terjerumus ke dalam jurang kesesatan. Di antara kelompok yang jauh menyimpang dari ajaran Allah dan rasul-Nya adalah ajaran Syi’ah. Walaupun mereka mengaku Islam, namun hakekatnya mereka bukanlah Islam. Kita akan lihat bagaimana akidah dan keyakinan Syi’ah yang disebutkan dalam kitab-kitab mereka sehingga kita bisa menilai siapa mereka sesungguhnya.

aqidah-syiah

Akidah Syi’ah Tentang Nama dan Sifat Allah

Di antara akidah Syi’ah tentang nama dan sifat Allah adalah :

  1. Syi’ah menafikan (meniadakan) sifat nuzul (turun-Nya Allah) bagi Allah ke langit dunia dan menghukumi kafir bagi yang menetapkan hal tersebut. (Ushuulul Kaafi 1/103).
  2. Syi’ah menyifati imam-imam mereka dengan sifat-sifat Allah  dan menamai mereka dengan nama-nama Allah Ta’ala. (Lihat Kitab Ushuulul Kaafi 1/103)

Akidah Syi’ah Tentang Tauhid

Di antara akidah Syi’ah berkenaan dengan tauhid adalah :

  1. Syi’ah meyakini bahwa planet-planet dan bintang-bintang mereka memiliki pengaruh bagi kebahagaiaan dan kesengsaraan serta nasib masuk surga dan neraka (Ar Raudhatu minal Kaafi 8/2103)
  2. Syi’ah meyakini bahwasanya syahadat Laa ilaaha illallah dan Muhammad Rasulullah harus disertai dengan persaksian bahwa Ali adalah wali Allah. Merka senantiasa mengulang-ulangnya dalam adzan mereka dan setiap setelah selesai shalat dan ketika mentalkin orang yang sudah meninggal. (Kitab Furuu’il Kaafi 3/82)
  3. Syi’ah meyakini bahwa Allah  mengutus Jibril untuk membawa wahyu kepada Ali, namun Jibril keliru memberikan wahyu kepada Muhammadshalallahu ‘alaihi wa sallam (Kitab Al Maniyatu wal Amal fii Syarhil Milal Wan Nahl 30)

Akidah Syi’ah Tentang Al Qur’an

Di antara akidah Syi’ah tentang Al Qur’an adalah :

  1. Syi’ah meyakini bahwa Al Qur’an yang sekarang ada bukanlah Al Qur’an yang diturunkan kepada Muhammad shalllahu ‘alaihi wa sallam, bahkan sudah diganti, diberi tambahan, dan dikurangi. Muhaddits Syi’ah meyakini bahwa sudah ada perubahan dalam Al Qur’an sebagaimana disebutkan oleh An Nauri At Tabrasi dalam kitab Faslul Khitab fii Tahrifi Kitabi Rabbil Arbaab.
  2. Syi’ah meyakini bahwa Al Qur’anul Karim ada yang kurang dan Al Qur’an yang sesungguhnya naik ke langit ketika para sahabat  murtad. (KitabAt Tanbih war Radd  25)

Akidah Syi’ah Tentang Ali dan Ahlul Bait

Di antara akidah Syi’ah tentang Ali dan Ahlul Bait adalah :

  1. Menurut Syi’ah bahwa yang pertama kali akan ditanyalan pada mayit di kuburnya adalah tentang kecintaan terhadap Ahlul Bait (Kitab Baharul Anwar 27/79).
  2. Syi’ah mengatakan bahwa Ali dapat menghidupkan mayit (Lihat Kitab Ushuulul Kaafi 1/90-91)
  3. Para ulama Syi’ah mengatakan bahwa debu dan lumpur di kubur Al Husain adalah obat untuk segala penyakit (Kitab Al Amaliy 318)

Akidah Syiah Tentang Sahabat Nabi

Di antara akidah Syi’ah tentang sahabat Nabi adalah :

  1. Syi’ah meyakini bahwa barangsiapa yang melaknat Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman, Mu’awiyah bin Abi Sufyan, ‘Aisyah, Hafsah radhiyallahu ‘anhumsetiap selesai shalat maka dia sungguh telah mendekatkan diri kepada Allah dengan pendekatan diri yang paling utama. (Kitab Furuu’il Kaafi3/224)
  2. Syi’ah meyakini bahwa seluruh manusia murtad setelah wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali empat orang : Salman Al Farisi, Abu Dzar Al Ghifari, Miqdad bin Aswad, dan ‘Ammar bin Yasir  (Al Anwar An Ni’maaniyah 1:81)
  3. Syi’ah meyakini bahwa Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu menghabiskan banyak waktu hidupnya untuk menyembah berhala, dan iman beliau seperti imannya orang Yahudi dan Nasrani. Abu Bakar shalat di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sementara berhala tergantung di lehernya dan Abu Bakar sujud kepadanya. (Lihat Baharul Anwar 25/172)
  4. Sesungguhnya Abu Bakar dan ‘Umar keduanya telah kafir.. dan orang yang mencintai keduanya maka dia juga kafir. (Haqqul Yaqin 522)
  5. Syi’ah mengatakan bahwa ‘Utsaman bin Affan di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  termasuk orang yang secara lahir menampakkan Islam  namun menyembunyikan sifat munafik. (Kitab Al Anwar An Ni’maaniyah 1:81)
  6. Syi’ah meyakini bahwa barangsiapa berlepas diri dan meolak tiga khalifah -yakni Abu Bakar, ‘Umar, dan ‘Utsman- dalam setiap malam, apabila dia mati di malam tersebut maka dia masuk surga (Lihat Kitab Ushuulul Kaafi)

Akidah Syi’ah Tentang Istri-Istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

  1. Syi’ah meyakini bahwa ‘Aisyah binti Abu Bakar dan Hafsah binti ‘Umar kafir (Kitab Tafsir Al Qumi 597)
  2. Syi’ah meyakini bahwa salah satu pintu neraka adalah untuk ‘Asiyah radhiyallahu ‘anha (Lihat Tafsir Al ‘Ayasyi 2/362)
  3. Syi’ah mengatakan bahwa ‘Aisyah adalah wanita pezina (Lihat Kitab ‘Ilalul Syaraa-i’ 2:565 dan  Haqqul Yaqin 347)

Akidah Syi’ah Tentang Imam-Imam Mereka

Di antara akidah Syi’ah tentang imam-imam mereka adalah :

  1. Syi’ah menyakini bahwa imam-imam mereka adalah perantara antara Allah dan makhluk-Nya (Kitab Baharul Anwar 23/5-99)
  2. Syi’ah tidak membedakan antara Allah dan imam-imam mereka (Lihat Mashabihul Anwar 2/397)
  3. Syi;ah meyakini bahwa imam-imam mereka tidaklah berbicara keculai berdasarkan wahyu (Kitab Baharul Anwar 17/155)
  4. Syi’ah meyakini bahwa imam-imam mereka memiliki kedudukan yang tidak dapat dicapai oleh para nabi dan malaikat (Al Hukumah Al Islamiyah 52)
  5. Syi’ah meyakini bahwa perhitungan amal seluruh makhluk pada hari kiamat adalah kepada imam mereka (Kitab Al Fushuul Muhimmah fii Ushuulil Aimmah 1:446)
  6. Syi’ah meyakini bahwa menziarahi kuburan para imam dan wali mereka merupakan suatu kewajiban dan kafir bagi yang meninggalkannya ( Kitab Kamaluz Ziyaarat 183)

Akidah Taqiyyah

Yang dimaksud taqiyyah menurut ulama Syi’ah adalah adalah

(( التقية أن تقول أو تفعل غير ما تعتقد، لتدفع الضرر عن نفسك أو مالك او لتحفظ بكرامتك))

Taqiyyah adalah berkata atau berbuat yang tidak sesuai dengan apa yang diyakini, untuk menghindari mudharat yang mengancam jiwa dan hartamu atau untuk menjaga kehormatanmu.

Di antara akidah Syi’ah tentang taqiyyah adalah :

  1. Mereka mengatakan : “ Tidak ada iman bagi yang tidak melakukan taqiyyah” (Syarhu ‘Aqaaids Shudduuq 261)
  2. Menurut Syi’ah, barangsiapa yang meninggalkan taqiyyah seperti meninggalkan shalat dan meninggalkannya termasuk dosa besar.. Mereka bermualah bersama kita dan melaksanakan sunnah dengan taqiyyah. Bahkan mereka mengatakan : “ Barangsiapa yang meninggalkan taqiyyah maka dia kafir dari agama Allah. (Kitab Man Laa Yahdharahul Faqiih)
  3. Disebutkan dalam kitab Ushuulul Kaafi dari Abu ‘Abdillah, dia mengatakan : “Ber-taqiyyah-lah dalam agama kalian, dan berhujjahlah dengantaqiyyah, sesungguhnya tidak ada iman bagi yang tidak ber-taqiyyah

Yang disebutkan di atas hanyalah sebagian saja dari kesesatan akidah – akidah Syi’ah. Masih banyak akidah-akidah lainnya yang menyimpang dari ajaran Islam

Komentar Para Ulama Tentang Syi’ah

Untuk lebih menunjukkan kesesatan Syi’ah, berikut kami nukilkan beberapa komentar para ulama besar tentang ajaran Syi’ah.

قال شيخ الاسلام ابن تيمية – رحمه الله رحمة واسعة – : (( وقد اتفق أهل العلم بالنقل والرواية والاسناد على أن الرافضة أكذب الطوائف، والكذب فيهم قديم، ولهذا كان أئمة الاسلام يعلمون امتيازهم بكثرة الكذب ))

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata : “Ahli ilmu telah sepakat bahwa Syi’ah Rafidhah merupakan kelompok paling pendusta, dan kedustaan mereka sudah lama dan usang. Oleh karena itu para ulama Islam mengetahui kekhususan mereka dengan banyaknya kedustaan yang ada pada mereka”.

(( سئل مالك – رحمه الله – عن الرافضة فقال : لاتكلمهم ولا تروي عنهم فإنهم يكذبون. ))

Imam Malik rahimahullah pernah ditanya tentang Rafidhah, beliau mengatakan : “ Jangan berbicara dengan mereka, jangan meriwayatkan dari mereka karena mereka adalah pendusta”.

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang firman Allah :

محمد رسول الله والذين معه أشداء على الكفار رحماء بينهم تراهم ركعا سجدا يبتغون فضلا من الله ورضوانا سيماهم في وجوههم من أثر السجود ذلك مثلهم في التوارة ومثلهم في الإنجيل كزرع أخرج شطئه فئازره فاستغلظ فاستوى على سوقه يعجب الزراع ليغيظ بهم الكفار

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud . Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya. tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min)” (Al Fath:29)

(( ومن هذه الآية انتزع الإمام مالك – رحمة الله عليه – في رواية عنه بتكفير الروافض الذين يبغضون الصحابة – رضوان الله عليهم – قال : لأنهم يغيظونهم ومن غاظ الصحابة – رضي الله عنهم – فهو كافر لهذه الآية )).

Beliau rahimahullah mengatakan : “Berdasarkan ayat ini Imam Malik mengkafirkan Rafidhah yang membenci para sahabat . Karena mereka tidak suka kepada para sahabat. Barang siapa yang tidak suka (benci) kepada sahabat, maka dia telah kafir berdasarkan ayat ini.

وقال أبو حاتم : (( حدثنا حرملة قال : سمعت الشافعي – رحمه الله – يقول لم أرَ أحداً أشهد بالزور من الرافضة )).

Abu Hatim mengatakan : “ Telah menceritakan kepadaku Harmalah, dia berkata : “Aku mendengar Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan” : “ Aku tidak pernah melihat seorangpun yang lebih parah kejelekannya daripada Syi’ah Rafidhah”

Setelah menyimak pembahasan di atas, silakan para pembaca menilai sendiri. Berdasarkan akidah-akidah yang ada pada mereka, jelas menunjukkan kesesatan mereka. Begitu jauhnya mereka dari ajaran agama Islam. Semoga Allah Ta’ala senantiasa menunjukkan kita jalan yang lurus dan senantiasa memberi taufiq agar kita istiqamah di atasnya.

Wa shallallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad.

Sumber : ‘Aqaaid Asy Syi’ah bi Ikhtisar min Kutubihim oleh Abdullah bin Abdul Aziz Al ‘Atibi di http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=176551

Min ‘Aqaaid Asy Syi’ah karya Abdullah bin Muhammad As Salafi

Penulis: Adika Mianoki
Artikel Muslim.Or.Id

Kumpulan Video Bukti NYATA Kesesatan Syi’ah Rafidhah

syiah-sesat

Berikut ini kami hadirkan lebih dari lima puluh video yang dapat Anda download dan saksikan sendiri betapa kesesatan, kezindiqan dan kekufuran Syi’ah Rafidhah begitu nyata. Semoga Allah menyelamatkan kita dan anak keturunan kita serta kaum muslimin seluruhnya dari bahayanya agama Syi’ah Rafidhah ini :

Video Bukti-Bukti Kesesatan dan Kekafiran Syi’ah

  1. 1. Aqidah Syi’ah
  2. 2. Syi’ah Kafir
  3. 3. Syi’ah = Yahudi
  4. 4. Alquran Syi’ah 3x Lipat Alquran Islam
  5. 5. Membongkar Kejahatan Syi’ah
  6. 6. Syi’ah Munafiq selewengkan Alquran
  7. 7. Syi’ah Bakar Masjid
  8. 8. Syi’ah Mengotori Masjid
  9. 9. Syi’ah Bom Masjid
  10. 10. Ulama Syi’ah Kafir Katakan Kalifah Umar Homo
  11. 11. Praktek Mut’ah di Iran 1
  12. 12. Praktek Mut’ah di Iran 2
  13. 13. Praktek Mut’ah di Iran 3
  14. 14. Praktek Mut’ah di Iran 4
  15. 15. Praktek Mut’ah di Iran 5
  16. 16. Praktek Mut’ah di Iran 6
  17. 17. Praktek Mut’ah di Iran 7
  18. 18. Yahudi di Iran 1
  19. 19. Yahudi di Iran 2
  20. 20. Yahudi di Iran 3
  21. 21. Yahudi di Iran 4
  22. 22. Yahudi di Iran 5
  23. 23. Dua Pertanyaan
  24. 24. Ulama Syi’ah=Setan Minum dgn Tangan kiri
  25. 25. Syi’ah Ziarah Ke Makam Husain Lebih Utama Dari Haji
  26. 26. Syi’ah Ritual Setan
  27. 27. Iman Syi’ah Berkata Keji
  28. 28. Serial Syi’ah 1
  29. 29. Serial Syi’ah 2
  30. 30. Serial Syi’ah 3
  31. 31. Serial Syi’ah 4
  32. 32. Serial Syi’ah 5
  33. 33. Serial Syi’ah 6
  34. 34. Serial Syi’ah 7
  35. 35. Ka’bah Syi’ah Munafiq
  36. 36. Tindakan Konyol Syi’ah
  37. 37. Imam Masjid Disiksa Syi’ah
  38. 38. Syi’ah Menghina Istri-Istri Rasulullah
  39. 39. Keanehan Syi’ah
  40. 40. Syi’ah Lecehkan AlQuran
  41. 41. Ahlussunnah Disiksa di Penjara Syi’ah
  42. 42. Aqidah Syi’ah Sesat Lagi Kafir
  43. 43. Imam Syi’ah Doyan Pelacuran
  44. 44. Ka’bah Syi’ah Munafiqin
  45. 45. Adzan Syi’ah Syirik
  46. 46. Tradisi Syi’ah Kafir 1
  47. 47. Tradisi Syi’ah Kafir 2
  48. 48. Syi’ah Sujud Ke Kuburan
  49. 49. Perkembangan Syi’ah di Indonesia
  50. 50. Syi’ah Benci Sahabat Rasulullah
  51. 51. Syiah membuat ka’bah sendiri di Irak
  52. 52. Ka’bah Syi’ah

Simak juga penjelasan para Ulama dan Ustadz Ahlussunnah yang mengupas kesesatan dan kekafiran Syi’ah Rafidhah :

Kajian Tentang Kesesatan dan Kekafiran Syi’ah

Syaikh Ali Hasan Tentang Dammaj

Ust. DR. Ali Musri, MA:

1. Islam vs Syi’ah 1

2. Islam vs Syi’ah 2

3. Islam vs Syi’ah 3

4. Islam vs Syi’ah 4

5. Islam vs Syi’ah 5

6. Mungkinkah Sunni dan Syiah Bersatu 1

7. Mungkinkah Sunni dan Syiah Bersatu 2

Ust. Yazid Jawas:

1. T&W Apakah Syi’ah Keluar Dari Islam

2. T&W Sesatkah Agama Syi’ah

3. Hakikat Agama Syi’ah 1

4. Hakikat Agama Syi’ah 2

5. Hakikat Agama Syi’ah 3

Ust. Abdul Hakim Abdat:

1. Hakikat Tragedi Karbala 1

2. Hakikat Tragedi Karbala 2

3. Masalah Bai’at Syi’ah

4. Aqidah Agama Syiah 1

5. Aqidah Agama Syiah 2

6. Aqidah Agama Syiah 3

7. Aqidah Agama Syiah 4

Ust. Armen Halim :

1. Bahaya Syiah 1

2. Bahaya Syiah 2

3. Bahaya Syiah 3

Sumber : forum-unand.blogspot.com

Anda juga bisa mendownload Ebook Penjelasan Resmi dari Majelis Ulama Indonesia tentang Kesesatan Syi’ah:

“Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia”

Miliki juga  Ebook kumpulan bukti kekesatan Syi’ah

“Menyingkap Hakikat Syi’ah”

Sumber: Abangdani.wordpress.com

Siapa Ahlul Bait Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ?

Sesungguhnya-Islam-Yang-Akan-Datang-Adalah-Islam-SunniSiapakah Ahlul Bait?

Siapakah ahlu bait Nabi saw, tolong dijelasin. Soalnya saya sering bungung…

Makasih.

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Kalimat ahlul bait terdiri dari dua kata: al-ahl [arab: أهل] dan al-bait [arab: البيت].

Dalam kamus Lisan Al-Arab, Ibnul Mandzur mendefinikan makna Al-Ahl yang memiliki makna berbeda-beda, sesuai kata sambungannya.

أهل المذهب من يدين به، وأهل الأمر ولاته، وأهل الرجل أخص الناس به، وأهل بيت النبي – صلى الله عليه وسلم – أزواجه وبناته وصهره، أعني عليا عليه السلام، وقيل نساء النبي – صلى الله عليه وسلم -. . .، وأهل كل نبي أمته

Kata Ahl jika digandengan dengan madzhab (ahlul madzhab) artinya orang yang menjadikan madzhab itu sebagai prinsip agama. Jika digandeng dengan kata Al-Amr (Ahlul Amri) artinya orang yang mengurusi masalah tersebut. Jika digandengkan dengan kata si A (ahlu si A) artinya, semua orang istimewa di sekitar si A. Jika digandengkan dengan bait nabi (ahlu bait Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), artinya para istri beliau, putri beliau, dan menantu beliau, yaitu Ali bin Abi Thalib ‘alaihis salam, ada juga yang mengatakan, ahlu bait Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam artinya semua wanita yang menjadi pendamping Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam… jika digandengkan dengan nama semua nabi, maknannya adalah umatnya. (Lisan Al-Arab, 11/28).

Kesimpulan dari keterangan makna ahlu bait secara bahasa, bahwa ahlul bait Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bukan hanya keturunan bani Hasyim atau keturunan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, termasuk juga para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kata Ahlu dalam Al-Quran

Ada beberapa ayat yang menyebutkan kata ahlu dalam Al-Quran. Dengan memahami ayat ini, kita bisa menyimpulkan makna kata ahlu dalam bahasa Al-Quran,

Pertama, kisah Allah tentang Ibrahim

Di surat Hud ayat 69 hingga 73, Allah menceritakan tentang Ibrahim yang kedatangan tamu malaikat. Tamu itu disuguhi daging anak sapi panggang, namun mereka tidak menyentuhnya. Mereka memberitahukan misi kedatangannya dan memberi kabar gembira bahwa istri pertama Ibrahim, Ibunda Sarah akan dikaruniai seorang anak bernama Ishaq. Sarah yang waktu itu ada di rumah merasa sangat bahagia bercampur keheranan, sambil tertawa. Di akhir kisah di rumah Ibrahim, Allah menceritakan jawaban Malaikat atas keheranan Sarah,

قَالُوا أَتَعْجَبِينَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ رَحْمَتُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ إِنَّهُ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Para Malaikat itu berkata: “Apakah kamu (wahai Sarah) merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kalian, hai ahlul bait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.” (QS. Hud: 73).

Ahlu bait Ibrahim pada ayat di atas adalah istri beliau, ibunda Sarah radhiyallahu ‘anha. Karena, ketika malaikat ini mendatangi kepada Ibrahim, beliau belum memiliki keturunan dari istrinya, Sarah.

Kedua, kisah Allah tentang Musa, sekembalinya dari negeri Madyan

Nabi Musa dinikahkan oleh orang soleh penduduk Madyan dengan putrinya. Maharnya, menjadi pegawai orang itu selama 8 tahun. Setelah berlaku masa pengabdian kepada mertuanya, Musa kembali ke Mesir untuk membebaskan bani Israil dari penjajahan Fir’aun dan bala tentaranya. Ketika di perjalanan, Musa melihat api. Allah ceritakan,

فَلَمَّا قَضَى مُوسَى الْأَجَلَ وَسَارَ بِأَهْلِهِ آنَسَ مِنْ جَانِبِ الطُّورِ نَارًا قَالَ لِأَهْلِهِ امْكُثُوا إِنِّي آنَسْتُ نَارًا لَعَلِّي آتِيكُمْ مِنْهَا بِخَبَرٍ أَوْ جَذْوَةٍ مِنَ النَّارِ لَعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ

Tatkala Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan dan Dia berangkat dengan ahlunya, dilihatnyalah api di lereng gunung ia berkata kepada ahlunya: “Tunggulah (di sini), Sesungguhnya aku melihat api, Mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sesuluh api, agar kamu dapat menghangatkan badan”. (QS. Al-Qashas: 29).

Allah sebut, istri Nabi Musa ‘alaihis salam dengan ahlunya, ahlu Musa. Karena istri jelas bagian dari ahlul bait.

Ketiga, tentang perintah Allah kepada para istri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk tidak tabarruj dan berdiam di rumah,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS. Al-Ahzab: 33)

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu mengatakan,

قوله: { إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ } قال: نزلت في نساء النبي صلى الله عليه وسلم خاصة.

“Firman Allah di atas turun khusus terkait para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Tafsir Ibnu Katsir, 6:410)

Ikrimah rahimahullah (ahli tafsir generasi tabiin) mengatakan,

من شاء باهلته أنها نزلت في أزواج النبي صلى الله عليه وسلم

“Siapa yang ingin mengetahui ahlul bait beliau, sesungguhnya ayat ini turun tentang para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Tafsir Ibnu Katsir, 6:411)

Tafsir inilah yang ditegaskan oleh As-Syaukani dalam Fathul Qadir,

قال ابن عباس وعكرمة وعطاء والكلبي ومقاتل وسعيد بن جبير: إن أهل البيت المذكورين في الآية هن زوجات النبي – صلى الله عليه وسلم – خاصة

Ibnu Abbas, Ikrimah, Atha, Al-Kalbi, Muqatil, dan Said bin Jubair mengatakan: ‘Bahwa makna ahlul bait yang disebutkan dalam ayat (Al-Ahzab: 33) adalah para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja. (Fathul Qadir, 4/321).

Ahlu Bait Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Hadis

Mereka adalah Bani Hasyim dan Bani Muthalib.

Dari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,

قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا خَطِيبًا فِينَا بِمَاءٍ يُدْعَى خُمًّا بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ ؛ فَحَمِدَ اللَّهَ تَعَالَى وَأَثْنَى عَلَيْهِ وَوَعَظَ وَذَكَّرَ ثُمَّ قَالَ : ” …وَإِنِّي تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ أَوَّلُهُمَا كِتَابُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فِيهِ الْهُدَى وَالنُّورُ فَخُذُوا بِكِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى وَاسْتَمْسِكُوا بِهِ – فَحَثَّ عَلَى كِتَابِ اللَّهِ وَرَغَّبَ فِيهِ – قَالَ : وَأَهْلُ بَيْتِي أُذَكِّرُكُمْ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي أُذَكِّرُكُمْ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي أُذَكِّرُكُمْ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي “

Suatu hari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhutbah di hadapan kami, di dekat mata air, namanya Khum, antara Mekah dan Madinah. Beliau memuji Allah dan memberi nasehat. Kemudian beliau bersabda, “…aku tinggalkan di tengah kalian dua hal, yang pertama kitabullah. Di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya. Ambillah kitabullah, dan pegangi kuat-kuat – beliau memotivasi untuk berpegang dengan kitabullah. Kemudian beliau bersabda: “dan ahlu baitku. Aku ingatkan kalian di hadapan Allah tentang ahlu baitku… Aku ingatkan kalian di hadapan Allah tentang ahlu baitku… Aku ingatkan kalian di hadapan Allah tentang ahlu baitku.”

Setelah menyampaikan hadis ini, Hushoin bertanya kepada Zaid, ‘Siapakah yang dimaksud ahlu bait beliau, wahai Zaid? Bukankah para istri beliau termasuk ahlu bait beliau?’

Jawab Zaid,

إِنَّ نِسَاءَهُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ وَلَكِنَّ أَهْلَ بَيْتِهِ مَنْ حُرِمَ الصَّدَقَةَ بَعْدَهُ.. هُمْ آلُ عَلِيٍّ وَآلُ عَقِيلٍ وَآلُ جَعْفَرٍ وَآلُ عَبَّاسٍ

Istri beliau termasuk ahlu bait, namun termasuk ahlu bait beliau adalah orang yang haram menerima zakat setelah beliau.. mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja’far, dan keluarga Abbas. (HR. Ahmad 18464 dan Muslim 2408).

Ali, Aqil, Ja’far, dan Abbas, semuanya adalah bani Hasyim.

Sementara dalil bahwa bani Muthallib termasuk ahlul bait adalah hadis dari Jubair bin Muth’im radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا بَنُو الْمُطَّلِبِ وَبَنُو هَاشِمٍ شَيْءٌ وَاحِدٌ

“Bani Muthallib dan bani Hasyim adalah satu kesatuan.” (HR. Bukhari 2907, An-Nasai 4067 dan yang lainnya).

Al-Muthallib adalah saudara Hasyim. Hasyim memiliki anak namanya Syaibah. Hasyim meninggal ketika Syaibah masih kecil. Kemudian dia dibawa oleh pamannya, Al-Muthalib ke Mekah. Setelah itu, orang mengenal Syaibah dengan julukan Abdul Muthalib. Syaibah atau Abdul Muthalib adalah kakek Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kesimpulannya: Ahlu bait Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah para istri beliau, keturunan beliau, Bani Hasyim, dan bani Muthalib.

Allahu a’lam

Istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Syiah

Syiah mengaku bahwa mereka adalah pembela ahlul bait. Mengaku kelompok paling mencintai ahlul bait. Tapi, pada kesempatan yang sama, mereka melaknat para istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, terutama A’isyah dan Hafshah. Bahkan salah satu bagian syahadat mereka adalah mengutuk A’isyah dan Hafshah, dan menegaskan bahwa mereka di neraka.

Anda bisa simak video berikut:

Tokoh mereka begitu semangat menanamkan kebencian kepada A’isyah radhiyallahu ‘anha. Layaknya A’isyah adalah musuh besar islam. Anda bisa simak video,

Ceramah yang berjudul Itsbat anna ‘Aisyah Kholidatun fi An-Nar (Sebuah Kepastian bahwasanya Aisyah Seorang Wanita yang Kekal di Neraka) oleh Yasir Al-Habib (ulama Syiah)

Ahlul Bait, Ahlus Sunah dan Syiah

Dalam catatan, para ahlul bait yang dianggap sebagai imam syiah saat ini, mereka menikah dengan putri keturunan ahlus sunah. Sebaliknya putri keturunan ahlul bait, juga dinikahkan dengan lelaki ahlus sunah. Sebagian dari bani Umayah dan Abbasiyah – sangat dimusuhi syiah –. Dan tidak ada satupun dalam catatan sejarah, ahlul bait menikah dengan orang syiah yang hidup sezaman dengan mereka. Hingga Dr. Muhammad Utsman al-Khamis dalam salah satu acara televisi, beliau menantang orang syiah untuk menyebutkan satu kasus pernikahan antara alhul bait dengan orang syiah yang hidup di zaman imam mereka. Jika benar Imam 12 itu mencintai syiah, sebutkan satu kasus pernikahan antara ahlul bait dan syiah. Anda bisa simak keterangan beliau di video berikut,

Berikut diantara bukti hubungan pernikahan antara ahlul bait dengan ahlus sunah yang dimusuhi syiah,

Pertama, pernikahan Ummu Kultsum bintu Ali bin Abi Thalib dengan Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhum.

pernikahan imam ali dan umi kulsum

Ummu Kultsum putri Ali bin Abi Thalib, dari ibu Fatimah bintu Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam. Ummu Kultsum dinikahi oleh Umar bin Khatab ketika beliau masih kecil. Beliau menikahinya dengan mahar 10 ribu dinar. (Simak Tarikh al-Ya’kubi, 2/150).

Jika menurut Syiah Umar bin Khatab adalah orang kafir, bagaimana mungkin Ali bin Abi Thalib menikahkah putrinya dengan orang kafir?

Kedua, pernikahan Fatimah bintu Ali dengan al-Mundzir bin Ubaidah bin Zubair bin Awam

pernikahan fatimah bin ali dengan cucunya zubair

Zubair bin Awam salah satu sahabat yang sangat dibenci syiah. Karena perselisihan beliau dengan Ali bin Abi Thalib hingga meletus peristiwa perang jamal.

Di saat yang sama, Ali menikahkan putrinya Fatimah dengan cucu Zubair, yang bernama al-Mundzir.

Ketiga, pernikahan Ramlah bintu Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyah bin Marwan bin Hakam dari bani Umayah.

pernikahan putri ali dengan muawiyah

Semua syiah sepakat, mereka memusuhi bani Umayah, terutama pemimpinnya, diantaranya Marwan bin Hakam dan keturunannya. Celaan mereka untuk Muwayah, Yazid, dan Marwan hampir tidak bisa dihitung, saking banyaknya.

Di saat yang sama, Ali bin Abi Thalib menikahkan putrinya, Ramlah dengan Muawiyah bin Marwan bin Hakam. Jika Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhumemusuhi mereka, tidak mungkin putrinya dinikahkan dengan bani Umayah.

Keempat, Pernikahan Sukainah bintu Husain dengan Mus’ab bin Zubair

pernikahan putri husain dengan anak zubair

Sukainah adalah putri Husain bin Ali dari istri Rabab bintu Umru’ al-Qois al-Kalbiyah.

Beliau dinikahi Mus’ab bin Zubair dan melahirkan Fatimah. Kemudian Mus’ab dibunuh oleh penduduk Kufah (Irak). Dia pernah mengatakan kepada penduduk Kufah,

يتمتموني صغيرة وأيمموني كبيرة، قتلتم جدي وأبي وعمي وأخوتي وزوجي

“Kalian membuatku yatim ketika aku kecil, dan kalian membuatku janda ketika sudah besar. Kalian membunuh kakekku, ayahku, pamanku, saudara-saudaraku, dan suamiku.”

Kakeknya (Ali bin Abi Thalib) dibunuh orang Kufah (Khawarij)

Ayahnya (Husain bin Ali) dibunuh di Karbala oleh orang kufah

Setelah suami pertama meninggal, beliau menikah dengan Abdullah bin Utsman. Setelah Abdulah bin Utsman meninggal, beliau menikah dengan Zaid bin Umar bin Utsman (cucu Utsman bin Affan). (Al-Muntaqa min an-Nasab, hlm. 57).

Andai ada tititk permusuhan antara Husain dengan Utsman, niscaya putrinya tidak akan sudi menikah dengan keturunan Utsman.

Kelima, pernikahan Fatimah bintu Husain dengan Abdullah bin Amr bin Utsman bin Affan.

pernikahan putri husain

Sebelumnya Fatimah menikah dengan al-Hasan bin Hasan bin Ali. Setelah berpisah, beliau dihikahi oleh Abdullah bin Amr bin Utsman bin Affan

Setelah berpisah dengan suami pertama, beliau dihikahi oleh Abdullah bin Amr bin Utsman bin Affan, dan melahirkan anak Muhammad ad-Dibaj, al-Qosim, dan Ruqayah.

Keenam, orang tua Ja’far as-Shodiq

Ja’far as-Shodiq adalah putra dari Muhammad al-Baqir. Muhammad al-Baqir merupakan imam kelima dan Ja’far merupakan imam ke-6, menurut syiah. Beliau hidup sezaman dengan Imam Malik. Siapakah orang tua Ja’far?

pernikahan putri husain dengan anak zubairorang tua imam jafar shodiq

Jalur Ayah beliau keturunan Ali bin Abi Thalib: Muhammad al-Baqir bin Ali Zainul Abidin bin Husain bin Ali.

Kakek dan nenek beliau dari jalur ibu, keduanya adalah cucu Abu Bakr as-Shidiq radhiyallahu ‘anhu. Ada satu ungkapan beliau yang sangat terkenal,

ولدني ابو بكر مرتين

“Abu Bakr melahirkanku dua kali.” (al-Muntaqa min an-Nasab, hlm. 61)

Ketujuh, pernikahan Ali ar-Ridha dengan Ummu habib, putri khalifah al-Makmun bin Harun ar-Rasyid.

pernikahan imam ali ridho

Ali ar-Ridha bin Musa al-Kadzim diklaim sebagai imam syiah itsna asyariyah ke-8. Beliau wafat tahun 303 H. Beliau menikah dengan Ummu Habib, cucu al-Makmun bin Harun ar-Rasyid, khalifah Bani Abbasiyah.

Beliau juga memiliki budak wanita bernama Sakan. Dari budak ini, beliau mendapatkan anak bernama Muhammad al-Jawad. Muhmmad al-Jawad diklaim sebagai imam syiah itsna asyariyah ke-9. Muhammad al-Jawad menikah dengan Ummu Fadhl putri Khalifah al-Makmun bin Harun ar-Rasyid. (al-Muntaqa min an-Nasab, hlm. 64)

Anda bisa perhatikan, betapa dekatnya hubungan mereka dengan kaum muslimin ahlus sunah, baik dari bani Umayah mauapun Abasiyah, yang dimusuhi syiah.

Allahu a’lam

Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)

%d blogger menyukai ini: