Arsip Blog

Puasa Tapi Pacaran ?

Broken_Heart_Wallpaper_2_by_Remi_SempaiPertanyaan:

Apakah pacaran membatalkan puasa? Trim’s

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Ramadhan adalah bulan yang mulia. Namun mulianya ramadhan tidak diimbangi dengan sikap kaum muslimin untuk memuliakannya. Banyak diantara mereka yang menodai kesucian ramadhan dengan melakukan berbagai macam dosa dan maksiat. Pantas saja, jika banyak orang yang berpuasa di bulan ramadhan, namun puasanya tidak menghasilkan pahala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa, namun yang dia dapatkan dari puasanya hanya lapar dan dahaga.” (HR. Ahmad 8856, Ibn Hibban 3481, Ibnu Khuzaimah 1997 dan sanadnya dishahihkan Al-A’zami).

Salah satu diantara sebabnya adalah mereka berpuasa, namun masih rajin berbuat maksiat. Keterangan selengkapnya bisa anda pelajari di: Puasa Tanpa Pahala

Read the rest of this entry

Download [Audio] Kajian, “Ketika Cinta Melanda” Ust. Mahful Safruddin

Alhamdulillaah.. Berikut adalah link download kajian, Ketika Cinta Melanda… Solusianya Apa ?

Kajian yang diselenggarakan di Masjid Baiturrahmah Mojosongo

Pukul 08.30 -10.00 WIB

Pemateri: Ust Mahful Safruddin, Lc.

>> Download Disini <<

Memilih Sahabat atau Pacar ?

bismillah

Memilih sahabat ataukah pacar?

# Kalau dengan sahabat bisa kumpul rame-rame, ngajak ngobrol bareng. Kalau dengan pacar biasanya hanya berdua, seringnya mojok, jadinya ikhtilath dan bermaksiat. Dosa deh …

# Pacar kadang sok mengatur padahal belum sah jadi pasangan hidup (suami istri). Kalau sahabat begitu bisa menghargai. Kapan kita sibuk, ia bisa paham. Sedangkan pacar, setiap SMS, pesan, atau call mesti dijawab. Kalau gak, yah marah. Padahal belum jadi siapa-siapa.

# Kalau sahabat tuh ada kapan pun kita perlu. Gak ada juga namanya mantan sahabat, yang ada namanya mantan pacar.

# Dengan pacar itu susah baikan jika ada masalah. Kalau dengan sahabat, possible sekali.

# Pacar sukanya bikin galau. Sahabat lebih suka menghibur.

# Sahabat lebih objektif daripada pacar. Karena umumnya saat PDKT, yang pacaran cenderung tidak memperlihatkan sisi buruknya kepada si dia. Sementara saat bersama sahabat, cenderung lebih dapat menjadi diri sendiri. Sahabat cenderung lebih bisa menerima apa adanya dibandingkan dengan pacar.

# Bersahabat dengan sejenis, tidaklah berdosa. Namun pacaran menerjang dosa dan maksiat. Pacaran juga lebih riskan karena bisa menjerumuskan pada zina. Padahal dekat-dekat zina saja tak boleh. Coba renungkan ayat,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32).

Bersahabat karena Allah akan meraih kelezatan iman, beda halnya berpacaran karena hawa nafsu. Sebagaimana disebutkan dalam hadits,

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ

Tiga hal yang jika dimiliki seseorang, ia akan merasakan kelezatan iman: (1) Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, (2) ia mencintai seseorang karena Allah, (3) ia tidak suka kembali pada kekafiran sebagaimana ia benci jika dilemparkan dalam api neraka.” (HR. Bukhari no. 16 dan Muslim no. 43, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu).

Sahabat akan selalu mengingatkan dengan ikhlas jika sahabatnya keliru. Beda halnya dengan pacar karena yang diharap adalah cintanya yang langgeng meski menerjang maksiat. Lihat kisah bagaimana ketika Abu Bakr dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam pengejaran orang-orang musyrik. Ketika itu Rasul mengatakan pada Abu Bakr saat dalam goa,

لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

Janganlah sedih karena Allah bersama kita.” (QS. At Taubah: 40). Sahabat bisa menghibur lainnya saat susah.

Dari sini sangat logis memilih sahabat. Kalau pacar mending setelah nikah saja, setelah sah, setelah tidak ada lagi dosa saat berdua-duaan.

Semoga Allah beri hidayah untuk memutuskan pacar dan memilih sahabat.

Catatan: Dalam Islam, sahabat tentulah yang sejenis, bukan yang berlawanan jenis.

Di pagi hari penuh berkah @ Gunungkidul, 21 Rabi’ul Akhir 1436 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel RemajaIslam.Com

Bolehkah Berdo’a Agar Disayang Pacar ?

bismillah

Pertanyaan:

Boleh nanya ustadz ??
Boleh minta dalilnya hukum berdo’a untuk hal maksiat, misalkan : “Yaa Allah tolonglah Hamba-Mu ini, semoga pacarku semakin sayang padaku”

Dari: Rhezi Ramdhani

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Diantara adab dalam berdoa adalah tidak meminta kepada Allah sesuatu yang haram dan terlarang. Karena berdoa meminta kemaksiatan, bertentangan dengan maksud dan tujuan doa, yaitu mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

لَا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ، مَالَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِم

“Doa seorang hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa untuk kemaksiatan atau memutus silaturahmi.” (HR. Muslim 2735)

Dalam riwayat lain, dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ أَحَدٍ يَدْعُو بِدُعَاءٍ إِلَّا آتَاهُ اللَّهُ مَا سَأَلَ أَوْ كَفَّ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهُ، مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ

“Tidaklah seseorang berdoa, kecuali Allah akan memberikan apa yang dia minta atau menghindarkannya dari bahaya yang senilai dengan apa yang dia minta, selama tidak berdoa untuk dosa atau memutus silaturahmi.” (HR. Turmudzi 3381 dan dihasankan Al-Albani).

Islam mengajarkan kepada kita untuk menjauhi zina. Sementara pacaran adalah contoh paling nyata bentuk mendekati zina itu. Karena pacar adalah orang lain, dan dia bukan mahram. Sehingga meminta agar disayang pacar, bertentangan dengan larangan mendekati zina.

Doa yang Tepat

Islam tidak melarang manusia jatuh cinta. Karena syahwat adalah bagian nurani manusia. Namun islam mengatur, bagaimana cara menyalurkan cinta kepada lawan jenis dengan benar.

Ketika seseorang jatuh cinta kepada lawan jenis, dan dia merasa cocok dengan pilihannya, yang disyariatkan adalah istikharah. Menyerahkan keberlangsungan berikutnya kepada Allah. Apakah harus dilanjutkan dengan menikah ataukah putus, hanya sebatas kenalan. Karena sekalipun saat itu dia mencintai pilihannya, dia tidak tahu, apakah nanti bisa bertahan bahagia dengannya ataukah tidak. Sehingga dia perlu pasrahkan kepada Allah.

Tata cara shalat istikharah bisa anda pelajari di: Tata Cara Shalat Istikharah

Dan penting untuk digaris tebal, selama belum menikah, tidak ada kamus pacaran dalam hidupnya.

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembinawww.KonsultasiSyariah.com)

Video inspiratif “Jangan Dekati Zina”

bismillahWahai teman..
Apa yang membuatmu untuk mendekati hal yang hina lagi buruk ini..?

Wahai sahabatku..
Apa yang membuatmu untuk melakukan hal-hal menuju hal yang jelek ini..? Dengan berpacaran? Dengan alasan saling kenal-mengenal? Padahal usia pun masih muda, belum tiba waktu dan keinginan untuk menikah?

Wahai saudaraku..
Ingatlah firman Allah Ta’ala :

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’: 32). Imam Al Qurthubi berkata, “Para ulama mengatakan mengenakan firman Allah (yang artinya) ‘janganlah mendekati zina’ bahwa larangan dalam ayat ini lebih dari perkataan ‘janganlah melakukan zina’. Makna ayat tersebut adalah ‘jangan mendekati zina’.

Luqman pernah berkata kepada anaknya,

يا بني، إياك والزنى، فإن أوله مخافة، وآخره ندامة

Wahai anakku. Hati-hatilah dengan zina. Di awal zina, selalu penuh rasa khawatir. Ujung-ujungnya akan penuh penyesalan. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10: 326)

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)

Wahai pemuda dan pemudi Islam…
Jangan kau kotori hatimu itu dengan hal-hal yang telah Allah larang.. Jadilah pemuda yang tangguh, pemuda yang shalih, cerdas dalam menimbang manfaat dan mudhorot.. memanfaatkan waktu luang untuk taat kepada Allah dengan melakukan berbagai manfaat..

Memang berat wahai kawan.. sebagaimana sabda nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wasallam:

“حفت الجنة بالمكاره وحفت النار بالشهوات”

Surga itu dihiasi dengan perkara-perkara yang dibenci sedangkan neraka dihiasi dengan hal-hal yang disukai.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tapi ingatlah kebahagiaan yang kita dapat dengan taat kepada Allah dan RasulNya..

Penulis: Abu Ibrahim AA

 

%d blogger menyukai ini: