Arsip Blog

Kajian Khusus Kelas XI dan Umum Masjid an-Nur SMA N 1 Gemolong

pamflet kasus xiHadirilah !

Kajian Khusus Kelas XI dan Umum

“SosMed-ku Sayang…. Akhlak-ku Pudar….”

Pemateri : Ustaadz Ahmad Wahyudi S.Si BA

Hari / Tanggal : Ahad, 26 April 2015

Waktu : 10.00 – selesai

Tempat : Masjid an-Nur SMAN 1 Gemolong

Penyelenggara : MKI SMAN 1 Gemolong bekerjasama dengan Takmir Masjid an-Nur Gemolong

Iklan

Apa itu Siwak…?

bismillah

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.

Siwak adalah nama untuk sebuah kayu yang digunakan untuk menggosok gigi. Atau jika ditinjau dari perbuatannya, siwak adalah menggosok/membersihkan gigi dengan kayu atau sejenisnya untuk menghilangkan kuning dan kotoran gigi, dan juga untuk membersihkan mulut. (Lihat Taisirul ‘Alam, 35)

Sayid Sabiq rahimahullah mengatakan, ”Lebih baik lagi jika yang digunakan untuk menyikat gigi adalah kayu arak yang berasal dari negeri Hijaz, karena di antara khasiatnya yaitu : menguatkan gusi, menghindarkan sakit gigi, memudahkan pencernaan, dan melancarkan buang air kecil. Walaupun demikian, sunnah ini bisa didapatkan dengan segala sesuatu yang dapat menghilangkan kuning gigi dan membersihkan mulut, seperti sikat gigi, dan semacamnya.” (Fiqh Sunnah, I/45). Dan pendapat ini juga dipilih oleh penyusun Shohih Fiqh Sunnah. Wallahu a’lam.

IMG_4168344543516

Hukum Bersiwak

Bersiwak hukumnya sunnah (dianjurkan) pada setiap saat, sebagaimana hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

Bersiwak itu akan membuat mulut bersih dan diridhai oleh Allah.” (Shahih, HR. An Nasa’i, Ahmad, dll)

Waktu Utama untuk Bersiwak

Pertama: Ketika berwudhu

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ

Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka bersiwak  setiap kali berwudhu.” (HR. Bukhari)

Kedua: Ketika hendak shalat

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلَاةٍ

Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka bersiwak  setiap hendak menunaikan shalat.” (HR. Bukhari)

Ketiga: Ketika membaca Al Qur’an

Dari ‘Ali radhiallahu ‘anhu berkata: Kami diperintahkan (oleh Rasulullah) untuk bersiwak dan beliau bersabda,

إن العبد إذا قام يصلي أتاه الملك فقام خلفه يستمع القرآن ويدنو فلا يزال يستمع ويدنو حتى يضع فاه على فيه فلا يقرأ آية إلا كانت في جوف الملك

”Sesungguhnya seorang hamba ketika hendak mendirikan shalat datanglah malaikat padanya. Kemudian malaikat itu berdiri di belakangnya, mendengarkan bacaan Al-Qu’rannya, dan semakin mendekat padanya. Tidaklah dia berhenti dan mendekat sampai dia meletakkan mulutnya pada mulut hamba tadi. Tidaklah hamba tersebut membaca suatu ayat kecuali ayat tersebut masuk ke perut malaikat itu.” (HR. Baihaqi, shahih lighairihi)

Keempat: Ketika memasuki rumah

Dari Al Miqdam bin Syuraih dari ayahnya, dia berkata,

سَأَلْتُ عَائِشَةَ قُلْتُ بِأَىِّ شَىْءٍ كَانَ يَبْدَأُ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ قَالَتْ بِالسِّوَاكِ.

Aku bertanya pada Aisyah, “Apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan ketika mulai memasuki rumah beliau?” Aisyah menjawab, “Bersiwak.” (HR. Muslim)

Kelima: Ketika bangun untuk shalat malam

Dari Hudzaifah radhiallahu ‘anhu berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa apabila hendak shalat malam (tahajjud), beliau membersihkan mulutnya dengan siwak.” (Muttafaqun ‘alaihi, HR. Bukhari dan Muslim)

Cara Bersiwak

Cara bersiwak adalah dengan menggosokkan siwak di atas gigi dan gusinya. Di mulai dari sisi sebelah kanan dan sisi sebelah kiri. Dan memegang siwak dengan tangan kanan. (Lihat Al Mulakhas Al Fiqhiyyah)

Bolehnya Bersiwak Ketika Berpuasa Baik Pagi Maupun Sore Hari

Hal ini dikatakan oleh Sayyid Sabiq, tetapi beliau membawakan hadits yang lemah sebagaimana yang dinilai oleh Syaikh Al Albani dalam Tamamul Minnah. Namun demikian, orang yang berpuasa boleh bersiwak baik ketika pagi dan sore hari karena hukum asal seseorang tidak dibebani suatu kewajiban. Seandainya bersiwak tidak diperbolehkan, tentu Allah dan Rasul-Nya telah menjelaskannya.

وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا

Dan Tuhanmu tidaklah lupa.” (Maryam : 64) (Lihat Tamamul Minnah dan Al Wajiz fii fiqh Sunnah wal Kitab Al ‘Aziz)

Para pakar fiqih telah bersepakat tentang bolehnya bersiwak untuk orang yang berpuasa kecuali Syafi’iyah dan Hanabilah di mana mereka menganjurkan untuk meninggalkan bersiwak setelah waktu zawal (waktu matahari tergelincir ke barat). (Lihat Shohih Fiqih Sunnah, 2/117)

Namun, yang lebih tepat karena tidak ada dalil yang melarang untuk bersiwak, maka hal ini dibolehkan di setiap waktu ketika berpuasa.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin mengatakan, “Yang benar adalah siwak  dianjurkan bagi orang yang berpuasa mulai dari awal hingga akhir siang.” (Majmu’ Fatwa wa Rosa’il Ibnu ‘Utsaimin, 17/259, Asy Syamilah).

Dalil dari hal ini yaitu hadits dari ‘Aisyah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai keutamaan bersiwak,

السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

Bersiwak itu akan membuat mulut bersih dan diridhai oleh Allah.” (Diriwayatkan oleh Bukhari [no.27] tanpa sanad. Juga diriwayatkan oleh Asy Syafi’i, Ahmad, Ad Darimi, An Nasa’i. Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashabih mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Catatan:

Penjelasan di atas adalah mengenai bersiwak yaitu menggunakan kayu siwak. Adapun menyikat gigi menggunakan pasta gigi yang -tentunya memiliki rasa (menyegarkan) dan beraroma-, maka seharusnya tidak dilakukan sering-sering karena siwak tentu saja berbeda dengan sikat gigi yang beraroma.

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah Ta’ala ditanya: Apa hukum menggunakan sikat gigi bagi orang yang berpuasa di siang hari Ramadhan?

Syaikh rahimahullah menjawab: Menggunakan sikat gigi ketika puasa tidaklah masalah jika tidak masuk ke dalam perut. Akan tetapi lebih baik sikat gigi tidak digunakan ketika puasa karena sikat gigi memiliki pengaruh sangat kuat hingga bisa mempengaruhi bagian dalam tubuh dan kadang seseorang tidak merasakannya.

Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq (memasukkan air dalam hidung) kecuali jika engkau berpuasa”. Maka lebih utama adalah orang yang berpuasa tidak menyikat gigi (dengan pasta). Waktu untuk menyikat gigi sebenarnya masih lapang. Jika seseorang mengakhirkan untuk menyikat gigi hingga waktu berbuka, maka dia berarti telah menjaga diri dari perkara yang dapat merusak puasanya. (Majmu’ Fatawa wa Rasail Ibnu ‘Utsaimin, 17/261-262)

Demikian pembahasan mengenai siwak. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat.

Disusun di Pangukan, Sleman, 4 Robi’ul Akhir 1430 H

****

Penulis:Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel http://rumaysho.com

Mengenal MKI SMAN1G Lebih Dekat…

bismillah

Hmm.. bagi siswa baru mungkin bertanya-tanya apa sih MKI SMAN1G..?? Pengting ya untuk diketahui.. ?? Yup.. yang pasti MKI bukanlah sebuah produk makanan semacam siomai, bakso, mie ayam atau pun makanan enak lainnya. Dan satu lagi MKI adalah sesuatu yang penting untuk diketahui khususnya bagi siswa baru SMAN 1 Gemolong. Penasaran?? OK, ada pepatah mengatakan “tak kenal maka ta’aruf”, oleh karena itu mari kita berta’aruf.

logggggggggggggggggg

Awal Perkembangan

            Majelis Kerohanian Islam (MKI) SMA Negeri 1 Gemolong merupakan salah satu organisasi resmi di bidang dakwah Islam bagi siswa dan siswi muslim di SMA Negeri 1 Gemolong. Tujuan didirikannya organisasi ini adalah sebagai sarana dakwah dan mempererat ukhuwah Islamiyyah bagi siswa dan siswi muslim di lingkungan SMA Negeri 1 Gemolong maupun ke lingkungan luar sekolah.

Sejarah Berdirinya

            Awalnya organisasi ini bernama ROHIS atau yang sering dikenal Kerohanian Islam. Dahuli ROHIS merupakan salah satu organisasi yang secara utuh berada dibawah Sekbid Kerohanian OSIS. Program-program yang dijalankan pun juga OSIS yang menentukan, oleh karena itu porsi dan ruang gerak ROHIS cukup sempit dan tidak bisa menampung seluruh aspirasi para aktivis pecinta dakwah di SMA tercinta ini. Sehingga berawal dari hal tersebut akhirnya ROHIS berganti nama menjadi sebuah nama baru yaitu Majelis Kerohanian Islam (MKI) SMAN1G, yang juga diikuti perubahan status internal di dalam kepengurusan organisasi itu sendiri. MKI secara resmi masih berdiri di bawah Sekbid Kerohanian OSIS, akan tetapi memiliki kepengurusan sendiri dan mempunyai berbagai program yang ditentukan pengurus internal MKI. Akhirnya dengan kepengurusan yang lebih independent program-program MKI menjadi lebih luas dan lebih asyik tentunya.

Tempat Kedudukan

            MKI SMA Negeri 1 Gemolong berkedudukan di masjid An Nur (Kompleks SMA Negeri 1 Gemolong), Desa Gudangrejo, Kelurahan Gemolong, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen.

Visi dan Misi

Visi : Berupaya Meniti Jejak Salafus Shalih

Misi :

  1. Kembali kepada AlQur’an dan Sunnah sesuai Manhaj Salaf
  2. Melakukan pemurnian ajaran Islam dari noda syirik, bid’ah, dan pemahaman menyimpang dari ajaran Islam yang shahih
  3. Mendidik umat Islam di atas aqidah, ibadah, akhlak, manhaj, muamalah, dan seluruh ajaran Islam Islam seperti yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya, sesuai pemahaman Salaful Ummah
  4. Merekatkan ukhuwah Islamiyah di antara siswa, guru dan karyawan, juga masyarakat di atas nilai-nilai Islam

Kepengurusan

            MKI SMAN1G memiliki kepengurusan selama 1 tahun dengan susunan sebagai berikut:

Penanggungjawab (Bp. Drs. Marsono, M.Si), Pembina (Bp. Ngadiman BA), Penasehat (Alumni MKI), Ketua, Sekretaris, Bendahara.

Adapun divisi- divisinya meliputi:

Divisi Dakwah, Divisi Buletin (An Naba’), Divisi Perpustakaan, Divisi Humas, Divisi Jaringan dan Komunikasi (Jarkom), Divisi Riyadhoh (Olahraga),  Divisi Kewirausahaan dan Divisi Keputrian (FUNNISA’)

Program Kerja

            Selama periode jabatan, para pengurus akan melaksanakan program kerja (proker) yang merupakan agenda kegiatan rutin yang harus dilaksanakan dalam masa jabatan tersebut. MKI SMAN1G memiliki 3 jenis program kerja, yang meliputi:

Program Mingguan:

Kajian Islam Ilmiah Rutin, Kajian Kelas (kelas X), Peduli Lingkungan, Riyadhoh (Tapak Suci), Mengelola perpustakaan Masjid

Program Bulanan:

Penerbitan Buletin An Naba’, Pembuatan Mading dan Buletin Tempel (akhwat), Kajian Bareng, Kajian Umum Ilmiah

Program Tahunan:

Kegiatan Ramadhan, Kajian Akbar, Kaderisasi Calon Pengurus MKI, Pembuatan Stiker, Pembuatan Jaket MKI.

            Demikianlah sekelumit tentang organisasi yang bergerak dibidang dakwah/kerohanian di SMA Negeri 1 Gemolong ini. Maka untuk terakhir kali, kami sampaikan nasehat kepada kalian wahai saudaraku yang notabene sebagai seorang pemuda. Nasihat ini merupakan peringatan bagi kami –penulis- juga.

            Sebagian orang menganggap bahwa waktu muda adalah waktu hidup foya-foya, masa untuk bersenang-senang. Sebagian mereka mengatakan, “Kecil dimanja,muda foya-foya, tua kaya raya, dan mati masuk surga.” Inilah guyonan sebagian pemuda. Bagaiman mungkin waktu muda foya-foya tanpa amalan shalih masuk surga [?] Sungguh hal ini dapat kita katakana sangatlah mustahil. Untuk masuk surga pastilah ada sebab dan pastilah tidak dengan foya-foya seperti itu.

            Sungguh sesak hati ini ketika melihat kehidupan sebagian besar pemuda (pelajar) saat ini yang jauh dari agama. Lihat saja, berapa banyak dari kita yang menggunakan waktu luangnya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat; seperti nongkrong, main Play Station (PS), ngobrol yang tidak jelas dan sebagainya. Bahkan tak jarang kita dapati dari sebagian mereka yang menggunakan waktunya untuk kemaksiatan seperti minum-minuman keras, merokok, narkoba, pergaulan bebas dan masih banyak lagi yang lainnya. Sungguh, potret pemuda yang jauh dari harapan orang tuanya.

                Wahai Saudaraku, ingatkah kalian pada hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: [1] Waktu mudamu sebelum datang masa tuamu, [2] Waktu sehatmu sebelum datang masa sakitmu, [3] Masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, [4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, [5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR Hakim dalam al Mustadraknya).

                Wahai saudara dan saudariku, di akhirat nanti kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah mengenai masa muda ini, kita habiskan untuk apa? Siapkah saudaraku dengan hal itu!? Sementara waktu kita saat ini dipenuhi dengan perbuatan dosa dan kemaksiatan. Maka dari itu, “Lakukanlah ketaatan ketika dalam kondisi kuat untuk beramal (yaitu di waktu muda), sebelum datang masa tua renta.” Manfaatkanlah waktu luang kita untuk menuntut ilmu dien (agama), mengamalkan ilmu tersebut serta mendakwahkannya.

                Wahai saudaraku seiman, sungguh kalian telah beruntung bisa mencicipi bangku SMA Negeri 1 Gemolong ini, banyak sekali sarana yang dapat kita manfaatkan untuk menambah ketaatan kita kepada Allah. Banyak kegiatan keagamaan di sekolah ini yang dapat kita ikuti, yang mayoritas kegiatan tersebut dikoordinir pengurus MKI SMA N 1 Gemolong seperti program-program kerja di atas.

                Dan yang paling membanggakan lagi, banyak kajian-kajian yang diadakan di masjid kita tercinta sehingga terbukalah pintu-pintu untuk meraih pemahaman ilmu agama secara benar sesuai pemahaman para Shahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Tidak semua dakwah berjalan begitu lancar seperti yang kalaian dapati di sekolah tercinta ini, tidak pula setiap orang mendapat kesempatan memahami agama secara haq seperti kesempatan yang diberikan kepada kalian.

                Ketika kalian mencoba membuka hati, memantapkan langkah, dan mencoba melapangkan dada untuk sejenak duduk dan mendengarkan secara rutin di dalam majelis-majelis ilmu yang ada di masjid kalian, niscaya kalian akan menemukan sebuah keindahan Islam yang begitu sejuk mengisi rongga-rongga di dalam qalbu kalian. Janganlah kalian membenci dan malas untuk mendatangi kajian-kajian tersebut.

                Coba datangi.. dan cobalah dengarkan. Marilah bersama kita menjaga dan menumbuhkan benih-benih keimanan yang telah tertanam dalam jiwa kita masing-masing, dan marilah kita selalu berusaha untuk selalu nasihat menasihati dalam kebenaran dan ketakwaan.

5 Penyakit Yang Sering Muncul di Musim Hujan…

bismillahMusim hujan harus kita waspadai dengan munculnya beberapa penyakit yang sering muncul. Musim hujan yang dingin, banjir, kehujanan dan berbagai macam faktor bisa menyebabkan munculnya berbagai penyakit. Berikut beberapa penyakit yang mungkin sering muncul ketika musim hujan

1.Batuk-Pilek dan influenza

Tidak sedikit yang terkena penyakit ini ketika musim hujan. Bahkan rata-rata sudah pernah terkena penyakit ini ketika musim hujan baik sebentar atau kambuh-kambuhan dalam waktu yang lama. Jika terkena gunakan masker dan banyak minum air putih serta tetap jaga tubuh agar tetap hangat

Segera periksakan: jika demam tubuh sudah sangat tinggi dan batuk-pilek tidak sembuh-sembuh dalam waktu tiga hari lebih walaupun sudah mendapat obat simptomatik seperti paracetamol untuk meredakan demam

2.Penyakit Kulit (herpes, kutu dan jamur)

Penyakit kulit herpes simpleks cukup banyak terjadi ketika musim hujan. Gejalanya lebih ke arah nyeri daripada gatal dan muncul seperti printil-printil dalam ruam kemerahan dalam tubuh. Sedangkan ktut umumnya kutu air pada sela-sela jari tangan atau kaki. Bisa terasa gatal, nyeri dan terkadang berbau serta cukup menganggu. Sedangkan infeksi jamur kulit umumnya terjadi pada lipatan-lipatan tubuh semisal selangkangan dan payudara.

Segera periksakan: semakin awal anda periksakan dan mendapat terapi, semakin baik. Karena perlu didiagnosa dengan tepat apa penyebabnya. Salah memberi terapi salep malah membuat penyakit semakin parah, misalnya memberikan salep antiradang pada penyakit infeksi kulit karena jamur.

3.Diare

Cukup banyak juga yang terkena diare. Karena memang sanitasi ketika musim hujan kurang baik. Patogen penyebab diare mudah menyebar serta disertai penurunan daya tahan tubuh akibat musim hujan.

Segera periksakan: jika diare hebat dan disertai mual-muntah yang sering sehingga mengalami dehidrasi.

4.Demam Berdarah dan Chikungunya

Dua penyakit ini adalah “saudara sepupu” hanya saja demam berdarah lebih bisa menyebabkan kematian. Keduanya disebarkan oleh nyamuk yang memang berkembang biak pedat di saat musim hujan.

Segera periksakan: jika demam tinggi lebih dari tiga hari, muncul bintik-bintik merah serta sendi-sendi sakit.

5.Leptospirosis

Terkenal juga dengan penyakit kencing tikus, karena memang disebabkan oleh bakteri leptospira dengan media penularan melalui tikus. Bakteri mudah berkembang di lingkungan yang kotor dan berlumpur. Bisa jadi air kencing tikus terbawa oleh aliran air ketika musim hujan.

Segera periksakan: jika terasa nyeri hebat di tenggorokan, batuk, nyeri kepala, nyeri pada otot dan mukosa kulit berwarna kuning.

Demikian semoga bermanfaat

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen (Pengasuh Kesehatan http://www.konsultasisyariah.com)

%d blogger menyukai ini: