Arsip Blog

Mengucapkan “Subhanallah” Ketika Melihat Kemungkaran

subhanallahAda hal yang barangkali terlupakan ketika melihat kemungkaran, baik kemungkaran tersebut berupa ungkapan maupun perbuatan, yaitu mengucapkan tasbih. Sebuah kemungkaran, baik perkataan maupun perbuatan, dimaknai sebagai hal-hal yang bertentangan dengan syariat atau hal-hal lain yang mengganggu orang-orang beriman.

Ada banyak dalil yang diungkapkan para ulama tentang ucapan tasbih ketika terjadinya kemungkaran. Salah satunya adalah dalam surat An-Nur: 16 yang mengisahkan kisah al-Ifku yaitu berita dusta tentang perzinahan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhaa.

Allah berfirman:

وَلَوْلا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ قُلْتُمْ مَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَتَكَلَّمَ بِهَذَا سُبْحَانَكَ هَذَا بُهْتَانٌ عَظِيمٌ

Dan mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu: “Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini. Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar.“[1]

Baca selengkapnya

Iklan

Awas, Jangan Dekati Zina

Stop“dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra’)

Penjelasan makna ayat :

Dan janganlah kalian mendekati zina.

Al-imam ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat ini: “Allah subhanallahu wata’ala berfirman dalam rangka melarang hamba-hamba-Nya dari perbuatan zina dan larangan mendekatinya, yaitu larangan mendekati seba-sebab dan pendorong-pendorongnya.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/55)

Asy-syaikh As Sa’di rahimahullah menjelaskan tentang ayat ini di dalam tafsirnya, “Larangan mendekati zina lebih mengena ketimbang larangan melakukan perbuatan zina, karena larangan mendekati zina mencakup larangan terhadap semua perkara yang dapat mengantarkan kepada perbuatan tersebut. Barangsiapa yang mendekati daerah larangan, ia dikhawatirkan akan terjerumus kepadanya, terlebih lagi dlaam masalah zina yang kebanyakan hawa nafsu sangat kuat dorongannya untuk melakukan zina.” (Lihat Tafsir Al-Karim Ar-rahman, hal.457)

baca selengkapnya

Awas…!!! Bahaya Syirik…!!!

bismillah

Penulis: Ust. Abu Isa Abdullah bin Salam

Pengertian Syirik
Syirik adalah mensejajarkan selain Allah dengan Allah dalam hal-hal yang merupakan kekhususan bagi Allah. Kekhususan Allah meliputi tiga hal rububiyah, uluhiyah, dan asma’ dan sifat. Oleh karena itu syirik terjadi pada tiga kekhususan tersebut:

  1. Syirik dalam rububiyah. 
    Yaitu menisbahkan kepada makhluk kepemilikan rububiyah seperti menisbahkan kepada mereka kemampuan mencipta, memberi rizki, menghidupkan, mematikan, dan lain-lain. Syirik seperti ini biasa disebut tamtsil atau ta’thil.
  2. Syirik dalam uluhiyah.
    Yaitu memberikan kepada makhluk bentuk-bentuk peribadatan seperti sholat, puasa, berkorban, nadzar, dan lain-lain. Syirik jenis inilah yang biasa disebut dengan syirik. Dengan demikian istilah syirik lebih dikenal untuk syirik uluhiyah.
  3. Syirik dalam asma’ dan sifat.
    Yaitu menamai atau mensifati makhluk dengan nama atau sifat yang merupakan kekhususan bagi Allah atau menolaknya. Syirik seperti ini biasa disebut dengan tamtsil. (Lihat Lihat Al Madkhol 125).

aw

Bahaya Syirik

Syirik memiliki kejelekan dan bahaya yang sangat banyak di antaranya sebagai berikut:

1. Merupakan kezhaliman yang terbesar.

Allah berfirman:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لاِبْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.’” (QS. Luqman: 13)

2. Allah tidak akan mengampuni dosa syirik.

Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْماً عَظِيماً

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisaa’: 48)

3. Pelaku syirik haram masuk surga dan kekal di neraka.

Allah berfirman:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرائيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.(QS. Al Maidah: 72)

4. Syirik menghapuskan seluruh amal.

Allah berfirman:

ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.(QS. Al An’am: 88)

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: ‘Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.‘” (QS. Az Zumar: 65)

5. Pelaku syirik halal darah dan hartanya (diperangi).

Allah berfirman:

فَإِذَا انْسَلَخَ الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُوا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوا سَبِيلَهُمْ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At Taubah: 5)

6. Syirik merupakan dosa besar yang terbesar.

Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maukah aku beritahukan tentang dosa besar yang paling besar?” Para sahabat menjawab, “Tentu wahai Rasulullah.” Nabi bersabda: “Syirik kepada Allah, durhaka kepada orang tua…(HR. Bukhari Muslim)

Macam-Macam Syirik

Syirik ditinjau dari besar kecilnya terbagi dua:

  1. Syirik Akbar yaitu memalingkan sebagian bentuk ibadah kepada selain Allah, seperti do’a, kurban, nadzar, yang ditujukan kepada selain Allah seperti berupa kuburan, jin, setan, dll.
  2. Syirik Ashghar yaitu semua perantara yang akan mengantarkan kepada syirik akbar.

Syirik ditinjau dari jelas dan tidaknya terbagi menjadi dua:

  1. Syirik Jali (jelas) yaitu syirik yang terjadi dalam perkataan dan perbuatan.
  2. Syirik Khofi (samar) yaitu syirik yang terjadi terkait dengan keyakinan dan niat.

Masing-masing dari syirik jali dan syirik khofi ada yang termasuk syirik akbar dan ada yang termasuk syirik ashghar (Lihat Al Madkhol 126-127). Penjelasan dan contoh lebih rinci dari macam-macam syirik di atas dapat dipelajari di dalam Kitabut Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullahu ta’ala.

Perbedaan antara syirik akbar dan syirik ashghar dapat diringkas sebagai berikut:

  • Syirik akbar menyebabkan pelakunya murtad, sedang syirik ashghar tidak, tetapi berkurang tauhidnya.
  • Pelaku syirik akbar kekal di neraka, adapun syirik ashghar terancam masuk neraka namun tidak kekal.
  • Syirik akbar menghapuskan pahala seluruh amal, sementara syirik ashghar hanya menghapuskan pahala sebagian amal yang tercampurinya.
  • Pelaku syirik akbar boleh diperangi sedang pelaku syirik ashghar tidak boleh diperangi.
  • Syirik akbar tidak diampuni, adapun syirik ashghar memungkinkan diampuni menurut pendapat sebagian ulama.
  • Baik syirik akbar ataupun syirik asyghar sama-sama merupakan dosa besar yang paling besar. (Lihat Al Madkhol 127-128).

Ancaman yang diperuntukkan bagi pelaku syirik itu adalah apabila mereka tidak bertaubat. Adapun jika bertaubat maka taubatnya diterima dan mereka tidak lagi terkena ancaman tersebut di atas. Karena Allah befirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعاً إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.‘” (QS. Az Zumar: 53). (Lihat Fathul Majid 53).

Haruskah Kita Takut Terhadap Syirik?

Seseorang yang benar-benar bersih tauhidnya pasti disertai dalam dirinya rasa takut terjerumus ke dalam syirik. Oleh karena itu Syaikh Muhammad At Tamimi menempatkan bab ini setelah bab membersihkan tauhid. Dalil-dalil yang beliau bawakan membuktikan bahwa ahli tauhid yang sesungguhnya adalah yang takut terjerumus ke dalam kemusyrikan. Di samping karena bahaya syirik yang demikian dahsyatnya juga realita yang ada bahwa para tokoh tauhid mereka takut terhadap bahaya syirik. Di antara tokoh-tokoh tersebut adalah:

  1. Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam.
    Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam memohon perlindungan kepada Allah dari bahaya syirik. Ini membuktikan bahwa beliau takut terjerumus ke dalamnya. Nabi berdo’a: “Ya Allah aku berlindung dari berbuat syirik sementara aku tahu dan aku memohon ampun kepada-Mu dari dosa yang aku tidak sadari.(Hadits hasan riwayat Imam Ahmad)
  2. Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.
    Dalil yang membuktikan bahwa Nabi Ibrahim takut terjerumus ke dalam syirik adalah do’a beliau memohon dijauhkan dari kesyirikan seperti difirmankan Allah: “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: ‘Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. Ya Tuhan-ku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia.’” (QS. Ibrahim: 35-36)
  3. Para sahabat dikhawatirkan terjerumus ke dalam syirik.
    Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesuatu yang aku khawatirkan kepada kamu sekalian adalah perbuatan syirik kecil.” Ketika ditanya tentang maksudnya, beliau menjawab: Yaitu riya’.” (HR. Imam Ahmad, Ath Thabarani, Ibnu Abi Dunya dan Al Baihaqi dalam kitab Az Zuhd). (Diriwayatkan oleh Ahmad di dalam al-Musnad (V/428, 429) dari hadits Mahmud bin Labid rodiallahu’anhu, dan diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al-Kabiir (4301) dan al-Haitsami dalam al-Majmu’ (I/102), (X/220) dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam ash-Shahihahi (951) dan Shahihul Jami’ (1551)

Jika tokoh-tokoh yang bersih tauhidnya saja masih takut terhadap bahaya syirik maka tentunya kita semua yang miskin ilmu dan iman harusnya tidak merasa aman dari bahaya syirik. Sangat memungkinkan bagi kita terjerumus ke dalam syirik akbar apalagi syirik ashghar, baik disadari atau tidak.

Buah Takut Terhadap Bahaya Syirik

Seseorang yang takut terhadap bahaya syirik pasti akan melahirkan beberapa perilaku sebagai bukti dari rasa takutnya tersebut. Di antara perilaku tersebut adalah:

  • Mempelajari tauhid secara mendetail dengan sungguh-sungguh agar dia bisa merealisasikannya dengan sebenar-benarnya.
  • Mempelajari syirik secara mendetail dengan sungguh-sungguh agar dia bisa menjauhinya dengan sejauh-jauhnya.
  • Senantiasa bersegera dalam bertaubat jika berdosa karena betapapun kecilnya dosa adalah jalan menuju ke kesyirikan.
  • Giat mendakwahkan tauhid agar orang-orang yang berada di sekitarnya bertauhid sehingga tidak menjadi ancaman bagi tauhidnya. (Lihat At Tamhid hal 43-44).

Sumber: muslim.or.id

%d blogger menyukai ini: