Arsip Blog

Download Audio Kajian “Aqidah Seorang Muslim Bag- 1 & 2”

bismilah_4Alhamdulillaah berikut adalah link download kajian rutin ahad pagi rutin Masjid An-Nur Kompleks SMAN 1 Gemolong.

“Aqidah Seorang Muslim”

Setiap Ahad ke 4 : Ust. Edi Purwanto (Alumni Sudan, Pengajar Ma’had Imam Bukhari Solo)

Pukul 08.00 – Selesai

>>Download bag 1<<

Ukuran File 18 mb

>>Download bag 2<<

 Ukuran File 18 mb

Iklan

Apa Maksud “Ibadah itu Tauqifiyah” ?

images-of-forest-trees-7Pertanyaan:

Apa yang dimaksud dengan perkataan ”Ibadah Itu Tauqifiyah

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah menjawab:

Maksudnya adalah bahwa ibadah itu tidak valid dan tidak perlu dihiraukan kecuali ditetapkan oleh syari’at. Baik ibadah yang berupa perkataan maupun perbuatan, harus dilandasi oleh nash dari Allah ataupun dari Rasulullah yang termaktub dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Adapun sekedar perkataan seseorang “ini adalah ibadah”, ini bukan landasan. Tauqifiyah maknanya harus dilandasi oleh nash dari Allah, karena Allah lah Pembuat Syariat. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:

من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد

Barangsiapa yang mengada-adakan suatu yang baru dalam urusan kami ini (urusan agama), yang tidak asal darinya (agama), maka tertolak

Juga sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:

من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو رد

Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang yang tidak dalam urusan kami (urusan agama), maka tertolak

Selain itu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya ketika khutbah Jum’at atau khutbah yang lain beliau bersabda:

أما بعد: فإن خير الحديث كتاب الله، وخير الهدي هدي محمد -صلى الله عليه وسلم-، وشر الأمور محدثاتها وكل بدعة ضلالة

Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah. Dan sebaik-baik pertunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam. Dan seburuk-buruk perkara (agama) adalah yang diada-adakan. Dan setiap bid’ah itu adalah kesesatan

Dengan demikian tidak ada orang yang datang dengan membawa syariat baru, bahkan semua orang wajib tunduk pada syari’at Allah. Jika ada orang yang berkata bahwa ada shalat wajib ke enam yaitu di tengah hari jam 10 setelah Dhuha sebelum Zhuhur, atau ada shalat wajib ke enam yaitu di tengah malam selain Isya’, ini semua tidak disyari’atkan dan menjadi hal yang batil dan bid’ah. Tidak boleh dikerjakan. Atau andai ada yang mengatakan bahwa orang-orang disyariatkan untuk puasa sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan, atau mensyari’atkan berpuasa sebulan penuh yang tidak pernah disyariatkan oleh Allah, maka ini semua bid’ah.

Atau jika ada yang berkata, disyariatkan shalat khusus sebanyak 3 rakaat tapi bukan shalat witir, di tengah hari dengan niat begini dan begitu, dengan maksud untuk beribadah. Maka ini adalah kebatilan. Ibadah shalat sunnah itu dua-dua, empat-empat, delapan-delapan, yang penting genap. Untuk siang hari disunnahkan dua-dua. Adapun di malam hari wajib dua-dua, kecuali shalat witir yang disyari’atkan oleh Allah untuk dikerjakan tiga rakaat, lima rakaat, dst sebagaimana termaktub dalam hadits.

Intinya, tidak ada seorang pun yang boleh mensyari’atkan ibadah baru. Tidak boleh ia mengklaim suatu ibadah yang tidak ada dalam Al Qur’an dan tidak ada dalam As Sunnah bahwa ibadah tersebut disyari’atkan, baik dengan perkataan maupun perbuatan.

Sumber: http://ibnbaz.org/mat/10494

Penerjemah: Yulian Purnama
Artikel Muslim.Or.Id

Bincang Santai Valentine’s Day

bismillahHey.. met valentine ya, ini coklat buat kamu.. semoga kamu suka ya..

Pernah ga’ sohib naber’s dapat coklat atau ucapan yang semacam itu? Mungkin dari teman? Kerabat? Atau dari pasangan yang tak halal? (alias Pacar). Hmmm…..14 Februari siapa sich yang ga tau hari apa itu..? Hampir semua orang tau, ada apa sich misteri di tanggal 14 Februari. Iya kan..? hayoo.. ngaku sohib naber’s.. Pernah ga kalian denger Valentine Days, itu tuuh..yang katanya hari kasih sayang (Emang bener yak..? wah kasihan bener kasih sayangnya cuman 1 hari)

Yappps…14 Februari adalah hari yang sangat istimewa bagi para pendewa Valentine’s Day. Pada hari itu mereka mengungkapkan rasa cinta dan kasih sayang kepada orang yang diinginkan. (Ah masak seeh..?) Ada yang menyatakan perasaannya kepada teman, guru, orang tua, kakak atau adik, dan yang paling banyak adalah yg menyatakan kepada kekasihnya, yang sah maupun tidak sah (baca lagi: Pacar). Pada hari itu pula mereka mengirimkan kartu atau hadiah bertuliskan “By my Valentine” (jadilah Valentine-ku) atau sama artinya “Jadilah kekasihku” (Hadeeh.. ya akhwat jangan mau dong digombalin)

Di Indonesia, sejak era 1980-an, perayaan Hari Valentine ini makin memprihatinkan. Jika kita masuk toko buku atau semisalnya di bulan Februari, akan tampak rak-rak yang berjajar berisikan beragam kartu ucapan Valentine’s Day. Tak mau kalah, toko-toko souvenir pun mulai menjajakan aneka kado bertema Valentine’s Day. Mal dan supermarket juga menghias seluruh ruangan dengan warna-warni pink dan biru lembut, dengan hiasan-hiasan berbentuk hati dan pita di mana-mana. Hampir semua media cetak dan elektronik pun menjadi penggerak program misterius ini. Bener ga’ sohibnaber’s ?bener kaaan…?

Kalau kita cermati sedikit saja sohib naber’s..kita dapat mengetahui bahwa perayaan aneh ini tidak lepas dari trik bisnis para pengusaha tempat hiburan, pengusaha hotel, perangkai bunga, dan lainnya. Akhirnya jadilah perayaan Valentine sebagai perayaan bisnis yang bermuara pada perusakan aqidah dan akhlak pemuda islam (khususnya) na’udzubillah min dzalik. Saatnya kita bertanya pada diri kita masing-masing, apa yang sudah kita lakukan dalam penyelamatan generasi penerus kita? Tapi..Hmmm… gak usah jauh-jauh dulu sobat, kita mulai dari diri kita dulu baru orang lain ok? kira-kira apa yang sudah kita lakukan untuk diri kita atau orang lain? Apa to dibalik misteri Valentine kok menjadi pertanyaan? Mari dibaca.. semoga bermanfaat pembahasan berikut.

Valentine’s Day dalam sejarah

Sohib nabers tau nggak asal muasal valentine’s day (VD) yang biasanya paling ditunggu-tunggu di tiap bulan februari? Pastinya dah taukan?

Sedikit kita flashback nich sohib naber’s, gapapa kan…? Hehe. Ribuan literature yang menyebutkan sejarah hari Valentine masih berbeda pendapat. Ada banyak versi tentang asal-usul perayaan Valentine ini. Yang paling popular adalah kisah Valentinus (St. Valentine) yang diyakini hidup pada masa Claudius II yang kemudian menemui ajal pada 14 Februari 269 M. Namun kisah ini ada beberapa versi lagi.Yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menilik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganism (dewa-dewi) Romawi Kuno.

Sohib naber’s tau gak kenapa tanggal 14 februari dinamakan valentine’s day ? gak usah mendetai dulu dech memikirnya, coba kita lihat dulu dari hal yang paling mencolok (wiedih… emangnya kaca spion apa?) mangga diwaos lan dipahami nggih? Kata “VALENTIENE’S”,coba kita pahami dari kata tersebut ada yang bergaris bawah (‘S), dalam bahasa english memilikifungsi yaitu sebagai kata tunjuk kepemilikan seseorang, dan orang yang memiliki itu yang dimaksud orang yang bernama St. Valentine. Sedangkan kata “DAY” itu menunjukkan hari. Jadi kalau digabungkan Kata VALENTINE’S DAY” adalah hari yang dikhususkan untuk orang yang bernama St. Valentine. Jadi ngapain kita susah-susah ngrayain valentine lha wong dia itu orang kafir dizaman romawi, akhir hidupnya saja dieksekusi dan kita selaku umat islam masak merayakannya? Kan berdosa, dan tentunya dilarang, ya nggak sobat naber’s..?

Dari kisah diatas dapat kita tarik kesimpulan :

  1. Valentine’s Day berakat dari upacara keagamaan ritual Romawi Kuno untuk menyembah dewa mereka yang dilakukan dengan penuh kesyirikan.
  2. Upacara yang biasa dilaksanakan pada 15Februari tersebut, pada tahun 496 oleh Paus Galasius I diganti menjadi 14 Februari.
  3. Agar dunia menerima, hari itu disamarkan dengan nama “hari kasih sayang” yang kini telah tersebar di berbagai negeri, termasuk negeri-negeri Islam.
  4. Adanya perzinaan dikalangan pemuda-pemudi dan parahnya lagi dewanya pun ikut berzina.

Hmmm… waah jadi..jadi.. jadi.. Valentine Days itu….. ya beginilah fakta sejarahnya coba kita renungi dengan hati yang tenang dan terbuka. sejarah Valentine day, yang seluruhnya itu bersumber dari Paganisme orang musyrik, Penyembah berhala dan penghormatan kepada pastor. Bahkan tidak ada kaitannya dengan kasih sayang. Masihkah sohib naber’s ingin merayakannya? Katanya ngaku beriman dan orang islam? Berarti kalau masih merayakan dan ikut-ikutan berarti iman dan islamnya perlu dipertanyakan lagi tuh..? (alias iman dan islam KTP). MasyaaAllah.. Sohib naber’s azzakumullah.. jadi dah tau to sekarang kalau Valentine’s day boleh atau tidak? Boleh ndak dirayakan dan diikuti? Pasti jawaban dihati sohib naber’s bilang gak boleh, ya kan?  Apa masih kurang buktinya tentang tidak bolehnya ngrayain atau ikut-ikutan atau bisa dikatakan haramnya Valentine’s day?

Menyoroti Valentine’s Day

Lajnah Da’imah Arab Saudi pernah ditanya tentang perayaan Valentine’s Day, mengucapkan ucapan tentang Valentine’s Day, memberikan hadiah dan menyediakan alat-alat untuknya, lantas dijawab oleh lajnah :

“Dalil-dalil yang jelas dari Al Qur’an dan Sunnah serta kesepakatan Ulama salaf telah menegaskan bahwa perayaan dalam Islam hanya ada dua, Idul Fitri dan Idul Adha. Adapun perayaan-perayaan lainnya yang berkaitan dengan tokoh, kelompok, atau kejadian tertentu adalah perayaan yang diada-adakan. Tidak boleh umat Islam merayakannya, menyetujuinya, menampakkan kegembiraan padanya, atau membantu kelancarannya karena hal itu berarti melanggar hokum Allah yang merupakan suatu tindak kedzaliman.

Dan bila perayaan tersebut merupakan perayaan orang kafir maka makin parah dosanya sebab hal itu termasuk tasyabuh (menyerupai) mereka dan termasuk bentuk loyalitas kepada mereka, sedangkan Allah dalam Al Qur’an yang mulia telah melarang kaum mukminin menyerupai orang-orang kafir dan loyal kepada mereka. Juga , telah shohih bahwa Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. Ahmad)

Perayaan Valentine’s Day termasuk hal yang diatas. Maka tidak boleh umat islam yang beriman kepada Allah dan hari akhir ikut merayakannya, menyetujuinya, dan mengucapkan selamat untuknya. Bahkan yang wajib adalah meninggalkannya dan menjauhinya sebagai ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi sebab kemurkaan Allah. Sebagaimana pula diharamkan membantu semaraknya acara ini atau perayaan-perayaan haram lainnya baik dalam jual beli, mengirim kartu, mencetak, mensponsori, dan sebagainya karena semua itu termasuk tolong-menolong dalam dosa dan kemaksiatan.

Allah berfirman, “….Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…..” (al-Maidah: 2)[Fatawa Lajnah Da’imah Lil-Buhuts Ilmiyah Wal-Ifta’]

Jawaban Syaikh Muhammad Al Utsimin mengenai perayaan Valentine’s Day itu tidak boleh karena

Pertama: VD adalah acara bid’ah yang tidak ada dasar hukumnya dalam agama Islam
Kedua: Dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara rendahan sepertini bertentangan dengan salafush shalih.

Jangan Ikuti Budaya Kafir

Begitulah sobat naber’s, Hari Valentine berasal dari mitos zaman Romawi yang seluruhnya tidak lain adalah bersumber dari paganism syirik, penyembahan berhala dan penghormatan kepada Pastor. Selain itu, perayaan Valentine’s Day adalah salah satu maker orang-orang Yahudi yang diseludupkan kedalam tubuh umat islam supaya diikuti. Jadi, perayaan Valentine’s Day adalah salah satu upacara yang diadakan orang kafir dan orang-orang bergelimang dosa dalam rangka berbuat maksiat, mengumbar syahwat dan memenuhi hawa nafsu belaka.

Ingatlah wahai kaum muslimin, musuh-musuh Islam selalu berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan kalian dari ajaran agama kalian!

Allah Ta’ala berfirman, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)….” (al-Baqoroh: 120) Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, “Sungguh kalian akan mengikuti sunnah perjalanan orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehingga mereka memasuki lubang dhab (hewan sejenis biawak di Arab) mereka berkata, “Wahai Rasulullah apakah mereka Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (Bukhari & Muslim)

Syaikh Sulaiman bin Abdullah Alu Syaikh Rahimahullahu berkata “Hadist ini merupakan mukjizat Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam karena sungguh mayoritas umatnya kini telah mengikuti sunnah perjalanan kaum Yahudi dan Nasrani dalam gaya hidup, berpakaian, Syi’ar-Syi’ar agama, dan adat-istiadat. Dan hadist ini lafazhnya berupa kabar yang berarti larangan mengikuti jalan-jalan selain agama Islam.”[Taisir Aziz Al Hamid]

Valentine, Hari Cinta?

Hmmm..sebagian orang mengatakan bahwa Valentine itu hari untuk menyebarkan kasih sayang dan cinta. Benarkah demikian? (Cinta apa Napsuu.. hayoo..) Bagaimana pendapat sohib naber’s? Sangat jelas jawabnya adalah Salah, bahkan pernyataan itu sangat memprihatinkan! Bukankah dengan demikian seolah-olah Islam tidak mengenal cinta kasih, padahal dalam Islam ajaran cinta kasih memiliki kedudukan tersendiri dengan skala prioritas sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Baqoroh [2]:165, At-Taubah [9]-24, Al-Fath [48]:29, dan Al-Ma’idah [5]:54.Kasih sayang adalah sepanjang masa, bukan hanya satu hari.

Kelihaian dan kelicikan musuh Islam untuk menipu umat islam patut diacungi jempol. Valentine’s Day yang berbau syirik pun bisa terbungkus dan terpoles rapi hingga diminati dan digandrungi oleh generasi muda Islam yang tidak memiliki kekuatan ilmu agama.Sesungguhnya cinta dalam Valentine’s Day hanyalah cinta semu yang akan merusak akhlak dan norma-norma agama. Oleh karenanya, perhatikanlah bagaimana Valentine’s Day bukan hanya diingkari oleh pemuka Islam melainkan juga oleh pemuka agama-agama lainnya.

Di India misalnya, pernah diberitakan bahwa sejumlah aktivis dan pemuka agama hindu berkumpul di Bombay pada Sabtu, 14 Februari 2004. Dengan lantang mereka menyerukan agar tidak ikut-ikutan merayakan Valentine’s Day yang menganjurkan dekadensi moral dan merusak tradisi India. Seorang aktivis berteriak :’Valentine’s Day bukan bagian dari kepribadian dan tradisi agama kita. Selain itu, apa yang diajarkan oleh Valentine’s Day itu sungguh-sungguh akan merusak tatanan nilai dan norma kehidupan bermasyarakat warga India. Janganlah ikut-ikutan barat!!”[Kantor Berita Reuters 12 Februari 2005]

So, sohib naber’s azzakumullah, telah jelas dalam pembahasan di atas. Valentine’s Day bukan hari raya umat Islam bahkan dalam sejarahnya penuh dengan kesyirikan. Seyogyanya kita, selaku umat Islam, jangan ikut-ikutan merayakannya, mengucapkan selamat kepada yang merayakannya dan membantu memeriahkannya maupun memperdagangkan alat-alat yang digunakan. Apalagi kita sohib naber’s, para pemuda pemudi Islam, seyogyanya kita lebih sibukkan diri dengan belajar, ataupun hal yang bermanfaat lainya. Jadi sohib naber’s sekarang dari bukti-bukti yang telah dijelaskan bahwa Merayakan atau ikut-ikutan Valentin days hukumnya HA..RAM… dan berdosa bagi pelakunya. Otomatis Valentine’s day gak bolehdirayakan apalagi ikut-ikutan. Allahu A’lam bissowab.

Maroji’: Ditulis dari berbagai sumber dengan editing bahasa

(Abu Ibrahim AA dan Abu Muslim K; Alumni dan siswa SMAN 1 Gemolong)

%d blogger menyukai ini: