Category Archives: Nasehat

Bukan Karena Parfum (Renungan Persahabatan)

Wallpaper-Gambar-Bunga-Teratai-Sepasang-Teratai

Jika wewangian yang dibicarakan, bisa jadi kebanyakan orang akan menggambarkannya dalam wujud bunga atau bisa juga parfum yang banyak beredar di masyarakat. Memang tak asing apalagi sesuatu yang baru. Ketika ditanya, “wangi banget sih, pakai parfum apa?”, lagi-lagi wangi itu biasa menunjukkan aroma parfum.

Tapi, wangi tak selalu dalam bentuk wujud di dunia. Pernahkah satu dari kita mencium wangi surga? Pernah mencium aroma persahabatan yang diridhoi-Nya? Atau mungkin pernahkah kita mencium aroma wanginya orang berpuasa? Tentu tak satupun dari kita bisa menciumnya, karena wangi-wangi itu berwujud di akhirat bukan di dunia, jadi wajar jika organ penciuman (hidung, penj.) kita tak menangkap aroma tersebut.

Ketika seseorang baru pertama kali akan membeli parfum, tentulah orang tersebut akan menggunakan organ penciumannya untuk mengetahui aroma parfum yang cocok untuk dirinya (sesuai kesukaannya). Berbeda saat seseorang hendak memulai pertemanan dengan orang lain. Ia tidak menggunakan organ penciuman sebagai alat utama dalam mengetahui orang lain. Tetapi dia hanya melihat dan merasakan perilaku orang lain.

Read the rest of this entry

Iklan

Ngapain Minder? PeDe aja kali ! (Nasehat untuk Muslimah)

Galeri-22-Wallpaper-Gambar-Bunga-matahari

wow itu jilbabnya kayak taplak meja, gedhe amat.

ih siang bolong gini kok ada hantu gentayangan.

eh lo kagak gerah apa pake gamis, kerudungnya segedhe itu? Gue aja yang pendek gini masih kerasa gerah banget.

Kalau ditulis ulang celotehan seperti ini, laman berpuluh-puluh pun masih belum cukup,

jika kita terpengaruh akan celotehan yang seperti ini, maka sekalipun kita menurutinya, tidak akan bisa menuruti semua permintaan mereka, karena omongan orang itu tiada habisnya,

lagian ngapain juga kudu nurut sama omongan mereka? Kalau kita sedang merealisasikan ketaatan kita pada Sang Pencipta?

Ngapain kita yang MINDER? Kalau kita sedang berusaha menjalankan perintah-Nya?

Ngapain kita nggak PeDe? Kalau kita sedang berjalan menapaki jalan ke Surga-Nya?

Duh…iya

Kalau OMDO (Omong Doang) sih gampang.

Gimana caranya biar nggak MINDER?

Gimana caranya biar PeDe?

Ini nih Tips bagi kamu yang masih MINDER..

=Diringkas dari Majalah Elfata (05(13):90-91)= Read the rest of this entry

Renungan “Pitulasan” Nasehat Singkat 70 Tahun Kemerdekaan Indonesia

bismilah_4Oleh: Ust. Sholeh Gunawan, Lc.

Sukur Nikmat yang Sesuai Sunnah Rasul

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan maksut Allah Ta’ala agar menjadi hamba yang dikatakan telah mensyukuri nikmat Allah Ta’ala, “Mudah-mudahan kalian menjadi orang yang bersyukur.” (QS. al-Baqarah, 185). Maksutnya adalah jika kalian melaksanakan perintah Allah, menjalankan berbagai macam ketaatan, berupa amal-amal yang wajib juga kalian meninggalkan semua yang diharamkan oleh Allah, dan kalian juga senantiasa menjaga rambu-rambu syariat Alah, maka jika ini semua berhasil kalian lakukan mudah-mudahan kalian dinilai sebagai hamba Allah yang “Asy-Syakiriin” telah mampu mensyukuri nikmat-nikmatnya. (Tafsir al-Qur’anul Adzim, Juz 1 hal 348)

Dari Nu’man bin Basyir, Rasulullah ﷺ bersabda, “Membicarakan kenikmatan dari Allah (dengan lidahnya dengan kata-kata ‘Alhamdulillah rezei ini dari Allah atau semisalnya’) termasuk dalam bentuk syukur nikmat, adapun diam (tidak membicarakan nikmat Allah) maka termasuk kufur nikmat. Barangsiapa yang tidak mensyukuri nikmat yang kecil iapun tidak akan mensyukuri nikmat yang banyak, dan barangsiapa tidak mensyukuri pemberia manusia maka niscaya dia tidak akan mensyukuri pemberian Allah….” (Dihasankan leh Syaikh Albani, Shohibul Jami’ 3014)

Kata al Imam al Munawi rahimahullah, mensyukuri nikmat itu dengan tiga cara:

  1. Lidah seseorang mengungkapkan bentuk syukur nikmat (menyebut Dzat yang memberi nikmat Ar-Razzak).
  2. Hati seseorang mengimani dan menyadari betul bahwa semua kenikmata yang ia dapatkan (sehat, selamat, naik pangkat, menikah, punya keturunan, indonesia merdeka, mudah beribadah, bakti ortu, disenangi masyarakat dll) adalah merupakan karunia Allah.
  3. Segenap anggota tubuuh orang yang mendapat nikmat itu dikhidmatkan (dipergunakan) untuk mengajarkan berbagai macam amal ibadah. (al-Faid, 7/4263)

Read the rest of this entry

Keadaan Manusia Sesudah Ramadhan

Ingatlah! Bahwa ketika kita melepaskan bulan Ramadhan, maka hakekatnya bukanlah melepaskan ketaatan, bukanlah mengatakanselamat tinggal ketaatan!

ramadanAllah ‘Azza wa Jalla menyebutkan hikmah disyari’atkannya ibadah puasa yang agung berupa perealisasian ketakwaan , sebagaimana yang terdapat dalam firman-Nya:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ}

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa (Ramadhan) sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa” (Al-Baqarah : 183).

Oleh karena itu, seorang muslim selayaknya menghayati keberadaan bulan puasa sebagai madrasah imaniyyah, yang mentarbiyyah seseorang yang berpuasa untuk mudah melakukan amal shaleh dan ibadah serta bersungguh-sungguh menjauhi dosa-dosa dan kemaksiatan.

Disebabkan hal di ataslah, pengaruh baik puasa Ramadhan -jika puasa tersebut  dilaksanakan dengan benar- akan terus nampak pada bulan-bulan sesudah Ramadhan, karena balasan kebaikan itu adalah kebaikan sesudahnya.

Berkata Syaikh Abdur Razzaq Al-Badr hafizhahullah :

Read the rest of this entry

Apakah Anda Sulit Menangis Karena Allah ?

unta-siluetMenangis karena Allah adalah salah satu tanda dan bukti keimanan karena tangisan ini tidak bisa direkayasa dan anda tidak bisa ingin dan mengatur tangisan ini. Ia muncul dari mata air lubuk hati yang paling dalam, rasa takut kepada Allah dan mengharap ampun serta ridha-Nya

Tidak Pernah seumur hidup menangis karena Allah, maka adalah musibah besar yang banyak orang tidak tahu, pura-pura lupa bahkan tidak peduli. Ini menunjukkan hatinya keras, tidak bisa tersentuh oleh kebaikan dan hanifnya iman. Ini karena banyaknya maksiat sehingga perlu segera berobat ke dokter hati yaitu ulama, dibawa ke pekuburan, mengelus kepala anak yatim.

Cukuplah hadits Rasulullah sebagai pengingat, Nabi Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

عرضت عليَّ الجنة والنار فلم أر كاليوم من الخير والشر ولو تعلمون ما أعلم لضحكتم قليلا ولبكيتم كثيراً  فما أتى على أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم يوم أشد منه غطوا رؤوسهم ولهم خنين

Surga dan neraka ditampakkan kepadaku, maka aku tidak melihat kebaikan dan keburukan seperti hari ini. Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, kamu benar-benar akan sedikit tertawa dan banyak menangis”.
Anas bin Malik radhiyallâhu’anhu –perawi hadits ini- mengatakan,
Tidaklah ada satu hari pun yang lebih berat bagi para Sahabat selain hari itu. Mereka menutupi kepala mereka sambil menangis sesenggukan.[1]

Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: