Category Archives: Kisah Islami

Download [Audio] Kajian Ahad ke 2 Bab Sirah Nabawiyah “Kejadian-kejadian Sebelum Pengangkatan Nabi dan Rasul”

Segala puji yang disertai pengagungan seagung-agungnya hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan perendahan diri kita yang serendah-rendahnyanya hanya kita berikan kepadaNya Robbul ‘Alamin. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam.

Allhamdulillah telah terselenggara kajian yang insya Allah bermanfaat bagi kaum muslimin yang dirutinkan setiap ahad Pagi di masjid An-Nur kompleks SMA Negeri 1 Gemolong, Sragen. Pada pembahasan kali ini yaitu tentang Bab Sirah Nabawiyah telah membahas tentang kejadian-kejadian semasa Nabi Muhammad shalalllahu alaihiwassalam sebelum diangkat menjadi seorang Nabi dan Rasul Allah, dari masa kecil beliau hingga masa remaja beliau yang disampaikan oleh Ust. Nur Syahid, yang insyaAllah bermanfaat bagi kaum muslimin.

berikut kami berikan link download Audio Kajiannya

10,16 mb

Download

Allâh ‘Azza wa Jalla telah menentukan nabi terakhir dan menjatuhkan pilihan-Nya pada diri Muhammad bin `Abdillâh shallallahu ‘alaihi wasallam . Beliau mendapatkan berbagai keistimewaan dari Allâh ‘Azza wa Jalla yang tidak dimiliki oleh orang lain, sebagaimana umat Islam juga memiliki keistimewaan yang tidak ada pada agama sebelumnya.

Dalam Shahîh Muslim, Rasûlullâh shallâllahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَعِيلَ وَاصْطَفَى قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِمٍ

Sesungguhnya Allâh memilih Kinânah dari keturunan (Nabi) Ismail. Dan memilih suku Quraisy dari (bangsa) Kinânah. Kemudian memilih Bani Hâsyim dari suku Quraisy dan memilih diriku dari Bani Hâsyim” (HR Muslim no. 4221).

Melalui hadits yang mulia ini, dapat diketahui bahwa Rasûlullâh shallâllahu ‘alaihi wasallam merupakan pokok dari seluruh intisari kebaikan melalui tinjauan kemuliaan nasab, sebagaimana pada beliau shallâllahu ‘alaihi wasallam juga terdapat pokok dari intisari-intisari keutamaan dan ketinggian derajat di sisi Allâh ‘Azza wa Jalla ( Min Akhlâqir Rasûl, Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad).

Manfaat dirasah (mempelajari) Siroh Nabawi

Mempelajari Siroh (sejarah hidup) Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam berguna Read the rest of this entry

Iklan

Mengenal Syaikh Bin Baz Ulama dari Hijaz

empty-quarter-desert-saudi-arabia_31529_600x450

Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata kepada para sahabatnya, “Sesungguhnya kalian sekarang ini berada di masa para ulamanya masih banyak dan tukang ceramahnya sedikit. Dan akan datang suatu masa setelah kalian dimana tukang ceramahnya banyak namun ulamanya amat sedikit.” (Qowa’id fi at-Ta’amul ma’al ‘Ulama, hal. 40).

Apa yang dikatakan Ibnu Mas’ud sama sekali tidak meleset. Sekarang kita berada di zaman yang beliau katakan itu. Ulamanya sedikit dan para penceramah (orang yang pandai berbiacaranya) banyak. Sedikitnya ulama tentu memiliki dampak besar terhadap umat. Dalam keadaan tersebut penyebaran ilmu tentu berbeda dengan ketika ulama banyak. Keadaan demikian diperburuk dengan pembunuhan karakter terhadap para ulama. Sehingga kaum muslimin semakin bingung, ulama mana yang harus mereka teladani. Kian beratlah ujian. Ujian memilih ulama rabbani yang bisa membimbing kita pada jalan kebenaran.

Di antara ulama rabbani yang membimbing umat adalah Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah. Atau yang sering disebut dengan Syaikh Ibnu Baz. Sedikit tentang akhlak beliau telah pembaca simak di artikel Mencuri di Rumah Seorang Mufti. Kisah akhlak yang mengagumkan. Yang menimbulkan keingintahuan tentang siapakah mufti yang mulia itu.

Read the rest of this entry

Belajar Sabar dari Kisah Indah, Abu Qilabah

matahari-beredar

Abu Ibrahim bercerita:

Suatu ketika, aku jalan-jalan di padang pasir dan tersesat tidak bisa pulang. Di sana kutemukan sebuah kemah lawas… kuperhatikan kemah tersebut, dan ternyata di dalamnya ada seorang tua yg duduk di atas tanah dengan sangat tenang…

Ternyata orang ini kedua tangannya buntung… matanya buta… dan sebatang kara tanpa sanak saudara. Kulihat bibirnya komat-kamit mengucapkan beberapa kalimat..

Aku mendekat untuk mendengar ucapannya, dan ternyata ia mengulang-ulang kalimat berikut:

الحَمْدُ لله الَّذِي فَضَّلَنِي عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً .. الحَمْدُ للهِ الَّذِي فَضَّلَنِي عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَق تَفْضِيْلاً ..

Segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas banyak manusia… Segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas banyak manusia…

Aku heran mendengar ucapannya, lalu kuperhatikan keadaannya lebih jauh… ternyata sebagian besar panca inderanya tak berfungsi… kedua tangannya buntung… matanya buta… dan ia tidak memiliki apa-apa bagi dirinya…

Kuperhatikan kondisinya sambil mencari adakah ia memiliki anak yg mengurusinya? atau isteri yang menemaninya? ternyata tak ada seorang pun… Read the rest of this entry

Sa’id bin Jubair, Orang yang Tak Takut Mati

soldiers war army fire 1610x810 wallpaper_www.wall321.com_29

Dia adalah Sa’id bin Jubair, pewaris ilmu Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu dan Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu. Salah seorang yang paling alim di kalangan tabi’in. Beliau ditemani Abdurrahman bin al-Asy’ats ketika melawan pemerintahan Khalifah Abdul Malik bin Marwan lantaran berbuat sewenang-wenang dan keterlaluan dalam melakukan pembunuhan. Pada saat Ibnul Asy’ats terkalahkan dalam perang Dairul Jamajim dan terbunuh, Sa’id tertangkap di Makkah. Gubernur Makkah yang ketika itu dijabat oleh Khalid bin Abdullah al-Qasri yang menangkapnya.

Ia dibawa menghadap kepada Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi.

Lantas Hajjaj bertanya kepadanya, “Siapa namamu?”

Ia menjawab, “Sa’id bin Jubair.”

Hajjaj berkata, “Bukan, kamu adalah Syaqi bin Kusair.”

Ia menanggapi, “Ibuku lebih mengetahui namaku daripada dirimu.”

Hajjaj menambahkan, “Celaka ibumu dan juga kamu.”

Ia menjawab, “Yang mengetahui hal ghaib bukanlah kamu.”

Hajjaj berkata, “Sungguh, saya akan mengganti duniamu dengan api yang menyala-nyala.”

Ia berkata, “Seandainya aku mengetahui hal tersebut, pastilah saya menjadikanmu sebagai Tuhan.”

Hajjaj berkata, “Apa pendapatmu mengenai Muhammad?”

Ia menjawab, “Beliau adalah Nabi yang membawa kasih sayang dan pemimmpinnya orang yang mendapat petunjuk.”

Read the rest of this entry

Jangan Berani Mengetuk Pintu Wanita, Jika Tidak Serius Meng-Halal-kanya

broken-shell-of-a-heart-digital-art-hd-wallpaper-1920x1200-5575Sebuah Syair yang bagus ini:

ﻟَﺎ ﺗَﻄْﺮُﻕْ ﺑَﺎﺏَ ﻗَﻠْﺐِ ﺍﻟْﺄُﻧْﺜَﻰ، ﻭَﺃَﻧْﺖَ ﻟَﺎ ﺗَﺤْﻤِﻞُ ﻣَﻌَﻚَ ﺣَﻘَﺎﺋِﺐَ ﺍﻟِﺎﻫْﺘِﻤَﺎﻡِ

“Jangan berani-berani mengetuk pintu hati wanita

Jika engkau tidak membawa berkoper-koper perhatian.”

Karenanya laki-laki jangan TP-TP [maaf] tebar petaka

Maksud kami disini adalah memberi lampu hijau kepada seorang wanita. Menebar pesona kepada wanita baik terang-terangan atau cara pengecut lewat sms atau inbox facebook. Dalam sms atau status facebook menunjukkan bahwa ia seorang yang sangat alim. Sering membuat sms atau status yang menunjukkan bahwa ia alim.

Kemudian memberi harapan kepada wanita, baik secara terang-terangan dengan sering menancapkan pandangan kepada wanita tersebut di kampus misalnya. Atau sindir-sindiran di sms atau inbox facebook,

Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: