Awas, Jangan Dekati Zina

Stop“dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra’)

Penjelasan makna ayat :

Dan janganlah kalian mendekati zina.

Al-imam ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat ini: “Allah subhanallahu wata’ala berfirman dalam rangka melarang hamba-hamba-Nya dari perbuatan zina dan larangan mendekatinya, yaitu larangan mendekati seba-sebab dan pendorong-pendorongnya.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/55)

Asy-syaikh As Sa’di rahimahullah menjelaskan tentang ayat ini di dalam tafsirnya, “Larangan mendekati zina lebih mengena ketimbang larangan melakukan perbuatan zina, karena larangan mendekati zina mencakup larangan terhadap semua perkara yang dapat mengantarkan kepada perbuatan tersebut. Barangsiapa yang mendekati daerah larangan, ia dikhawatirkan akan terjerumus kepadanya, terlebih lagi dlaam masalah zina yang kebanyakan hawa nafsu sangat kuat dorongannya untuk melakukan zina.” (Lihat Tafsir Al-Karim Ar-rahman, hal.457)

Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuata keji.

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “maksudnya adalah dosa yang sangat besar.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/55)

Asy-Syaikh As-Sa’di berkata,” Allah subhanallahu wata’ala menyifati perbuatan ini dan mencelanya karena ia adalah perbuatan keji.

Maksudnya adalah dosa yang sangat keji ditinjau dari kacamata syariat, akal sehat, dan fitrah manusia yang maha suci. Hal ini dikarenakan (perbuatan zina) mengandung unsure melampaui batas terhadap hak Allah dan melampaui batas terhadap kehormatan wanita, keluarganya dan suaminya. Dan juga pada perbuatan zina mengandung kerusakan moral, tidak jelasnya nasab (keturunan), dan kerusakan-kerusakan yang lainnya yang ditimbulkan oleh perbuatan tersebut.” (Lihat Tafsir Al-Karim Ar-Rahman, hal.457)

Dan (perbuatan zina itu adalah) suatu jalan yang buruk.

Al-Imam Ath-Thabari rahimahullah mengatakan, “Dan zina merupakan sejelek-jelek jalan, karena ia adalah jalannya orang-orang yang suka bermaksiat kepada Allah subhanallahu wata’ala, dan melanggar perintah-Nya. Maka jadilah ia sejelek-jelek yang menyeret pelakunya ke dalam neraka jahannam.” (Tafsir Ath-Thabari, 17/438)

Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullah menafsirkan lafaz ayat (yang artinya) “suatu jalan yang buruk” dengan perkatannya, “Yaitu jalnnya orang-orang yang berani menempuh dosa bear ini.” (Lihat Tafsir Al-Karim Ar-rahman, hal.457)

Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah menyatakan bahwa Allah subhanallahu wata’ala mengabarkan tentang akibat perbuatan tersebut. Bahwasanya perbuatan tersebt adalah sejelek-jelek jalan. Karena yang demikian itu dapt mengantarkan kepada kebinasaan, kehinaan, dan kerendahan di dunia serta mengantarkan kepasa adzab dan kehinaan di akhirat. (Lihat Al-Jawab Al-Kafi, hal.206)

Hal-halyang mengantarkan kepada perbuatan zina.

Islam adalahagama rahmatan lil’alamin. Islam menutup rapat-rapat semua celah yang dapat mengantarkan seorang hamba kepada kejelekan dan kebinasaan. Atas dasar ini,disaat Allah subhanallahu wata’ala melarang perbuatan zina, maka Allah subhanallahu wata’ala melarang semua perantara yang mengantarkan kepada perbuatan tersebut. Disebutlah dalam kaedah fiqih.

Perantara-perantara seperti hokum yang dituju.

Zina adaah perbuatan haram, maka semua perantara/wasilah yang dapat mengantarkan kepada zina juga haram hukumnya. Diantara perkara yang dapat mengantarkan seseorang kepada zina adalah:

  1. Memandang wanita yang tidak halal baginya

penglihatan adalah nikmat Allah subhanallahu wata’ala yang sejatinya disyukuri hamba-hambanya. Allah subhanallahu wata’ala berfirman (artinya): “Dan dia member kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.” (An-Nahl:78). Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mensyukurinya. Justru digunakan untuk bermaksiat kepada Allah subhanallahu wata’ala. Untuk melihat wanita-wanita yang tidak halal baginya. Terlebih di era globalisasi ini dengan segenap kecanggihan tekhnologi dan informasi, baik dari media cetak maupun elektronik, seperti internet, televise, handphone, majalah, Koran, dan lain sebagainya, yang notabene-nya menyajikan gambar wanita-wanita yang terbuka auratnya. Dengan mudahnya seseorang menikmati gambar-gambar tersebut. Sungguh tak sepantasnya seorang hamba yang beriman kepada Allah subhanallahu wata’ala dan Rasul-Nya shallahu’alaihi wasallammelakukan hal itu.

Pandangan adalah sebab menuju perbuatan zina.atas dasar ini, Allah SWT memerintahkan kepada hamba-Nya yang beriman untuk menundukkan pandangannya dari hal-hal yang diharamkan. Allah SWT berfirman (artinya): “katakanlah (wahai nai), kepada laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang berian: Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka.” (An-Nur:30-31)

Allah SWt memerintahkan orang-orang yang beriman,baik laki-laki maupun perempuan untuk menundukkan pandangan dan menjaga kemaluannya. Termasuk menjaga kemaluan adalah menjaga dari: zina, homoseks, lesbian, dan agar tidak tersingkap serta terlihat manusia. (Lihat Adhwa’ Al-Bayan, Al-Imam Asy-Syinqithi 6/126)

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “ini adalah perintah Allah subhanallahu wata’ala kepada hamba-hamba-Nya yang beriman agar mereka menundukkan pandangan-pandangan mereka dari apa yang diharamkan. Maka janganlah mereka memandang kecuali kepada apa yang diperbolehkan untuk dipandang. Dan agar mereka menjaga pandangannya dari perkara yang diharamkan. Jika kebetulan pandangannya memandang perkara yang diharamkan tanpa disengaja, maka hendaklah ia segera memalingkan pandangannya. Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dalam shahihnya dari sahabat Jarir bin Abdullah Al-Bajali radhiyallahu ‘anhu,beliau berkata: “aku bertanya kepada baginda Nabi SAW tentang pandangan secara tiba-tiba, maka beliau memerintahkanku untuk memalingkan pandanganku.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/339)

Manakala perbuatan zina bermula dari pandangan, Allah SWT menjadikan perintah menahan pandangan lebih dikedepankan ketimbang menjaga kemaluan. Karena semua kejadian bersumber dari pandangan. Sebagaimana api yang besar bermula dari api yang kecil. Bermula dari pandangan, lalu terbetik di dalam hati, kemudian melangkah, akhirnya terjadilah perbuatanzina. (lihat Al-Jawab Al-Kafi, hal.207.

  1. Menyentuh wanita yang bukan mahramnya

Menyentuh wanita yang bukan mahramnya adalah perkara yang dianggap biasa dan lumrha ditengah masyarakat kita. Disadari atau tidak, perbuatan tersebut merupakan pintu setan untuk menjerumuskan anaka Adam kepada perbuatan fahisyah (keji), seperti zina. Oleh karena itu, islam melarang yang demikian itu, bahkan mengancamnya dengan ancaman yang keras. Rasulullah SAW bersabda:

“Seseorang ditusuk kepalanya dengan jarum dari besi adalah lebih baik ketimbang menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani, no. 16880, 16881)

Dalam hadits ini terdapat ancaman yang keras bagi orang yang menyentuh wanita yang tidak halal baginya. Hadits tersebut juga sebagai dalil yang haramnya berjabat tangan denagn (wanita ynag tidak halal baginya). Dan sungguh kebanyakan kaum muslimin dizaman ini terjerumus dalam masalah ini. (Lihat Ash-shahihah, no. 1/395)

Dalam haidts lain dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rosulullah SAW bersabda:

“Ditetapkan atas anak cucu Adam bagiannya dari zina akan diperoleh hal itu tidak mustahil. Kedua mata zinanya adalah memandanga (yang haram).kedua telinga zinanya adalah mendengarkan (yang haram). Lisan zinanya adalah berbicara (yang haram). Tangan zinanya adalah memegang (yang haram). Kaki zinanya adalah melangkah (kepada ayng diharamkan). Sementara hati ini berkeinginan dan berangan-angan, sedang kemaluan yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Muslim np.2657).

  1. Berkhalwat (berduaan) ditempat sepi

Rosulullah SAW telah memperingatkan dalam haditsnya ynag agung:

“Tidaklah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad)

Betapa banyak orang yang mengabaikan bimbinganmulia ini, akhirnya terjadilah apa yang terjadi. Kita berlindung kepada-Nya dari perbuatan tersebut.

Berkhalwat (berduaan) denagn wanita yang bukan mahramnya adalah haram. Tidaklah seorang lelaki berduaan dengan seorang wanita yang bukan mahramnya kecuali ketiganya adlah setan..

Apa dugaan anda jika yang ketiganya adalah setan? Dugaan kita keduanya akan dihadapkan kepad fitnah. Termasuk berkhalwat (yang dilarang) adalah berkhalwat dengan sopir. Yakni jika seseorang mempunyai sopir pribadi, sementara dia mempunyai istri atau anak perempuan, tidak boleh baginya membiarkan istri atau anak perempuannya ergi berduaan dengan si sopir, kecuali jika disertai mahramnya. (Lihat Syarah Riyadhus Shalihin Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin, 6/369)

  1. Berpacaran

Berpacaran adalah suatu hal yang lumrah dikalangan muda-mudi sekarang. Padahal, pebuatan tersebut merupakan suatu perangkap setan untuk menjerumuskan anak cucu Adam ke dalam pebuatan zina.

Dalam perbuatan pacaran itu sendiri sudah mengandung sekian banyak kemaksiatan, sepertimemandang, menyentuh, dan berduaan dengan wanita yang bukan mahramnya, yang notabene merupakan zina mata, lisan, hati, pendengaran, tangan, dan kaki.

Itulah diantara hal-hal yang dapat mengantarkan anak cucu Adam kepada pebuatan zina.

Barangsiapa menjaganya, selamatlah agamanya, Insya Allah.sebaliknya, barangsiapa lalai dan menuruti hawa nafsunya, kebinasaanlah baginya. Kita berlindung kepada Allah dari kejelekan diri-diri kita. Amin.

Kerusakan yang disebabkan perbuatan zina

Kerusakan yang disebabkan perbuatan zina adalah termasuk kerusakan yang sangat berat. Diantaranya adalah merusak tatanan masyarakat, abik dalam hal nasab (keturunan) maupun penjagaan kehormatan, dan menyebabkan permusuhan diantara sesama manusia.

Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata: “aAku tidak mengetahui dosa besar apa lagi yang lebih besar setelah membunuh jiwa selain pada dosa zina.” Kemudian beliau menyebutkan ayat ke-68 sampai ayat ke-70 dari surat Al Furqan. (Lihat Al-Jawab Al-Kafi, hal.207)

Nasehat untuk kaum muslimin

Para pembaca yang kami muliakan, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati seseorang hamba, itu semua akan diminta pertanggungjawaban di hari kiamat kelak. Yang pada hari itu anggota badan seorang hamba: tangan, kaki, dan kulit akan menjadi saksi atas apa yang telah mereka perbuat. Manusia adalah tempat kesalahan dan dosa. Semua anak cucu Adam pernah berbuat kesalahan. Sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang paling cepat bertaubat.

Tolak ukur kebaikan seorang hamba bukanlah terletak pada pernah atau tidaknya dia berbuat kemaksiatan. Akan tetpi yang menjadi tolak ukur adalah orang yang segera bertaubat manakala berbuat kemaksiatan, serta tidak terus-menerus berada dalam kubangan kemaksiatan. Segeralah bertaubat, wahai hamba-hamba Allah, sebelum ajal menjemputmu! Allah SWT berfirman (artinya): “Sesungguhnya taubat disisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera.maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan yang hingga apabila dating ajal kepada seseorang diantara mereka, abrulah ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang.” Dan tidak pula diterima taubat orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” (An-Nisaa’:17-18)

Wallahu a’lam bishowab.

Jum’at 18 januari 2013

Iklan

About Rohis_SMAN1G

Rohis SMAN 1 Gemolong adalah organisasi Rohani Islam yang ada di sekolah kami

Posted on 8 April 2015, in Nasehat and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: