Saudaraku.. Ingatlah Janji Allah..

bismillah

Pernahkah berjanji? Atau dijanjikan sesuatu oleh orang lain? berapa banyak yang tidak ditepati. Ada beberapa kemungkinan:

  1. Yang berjanji mempunyai sifat buruk, yaitu suka mengingkari janji.
  2. Bisa jadi dia orang yang jujur, tapi dia tidak mampu menepati janjinya karena kelemahannya.
  3. Bisa juga karena sifat buruk dan kelemahannya.

Allah Dzat yang mempunyai sifat terpuji dan Maha mampu untuk menepati janji, maka Allah tidak mungkin mengingkari janji-Nya. Maka seringkali terlalu berharap dengan janji manusia akan berujung pada kekecewaan. Lain halnya dengan janji Allah yang merupakan  sebuah kepastian.

Diantara janji Allah yang sangat perlu kita ingat ada 4, yaitu :

  • Jika kalian bersyukur maka akan Aku tambahkan  (nikmat-Ku) untuk kalian.[QS. Ibrahim : 07]

Ayat ini memang sudah sering didengar dan dibaca, namun ada kalanya manusia kurang bersyukur. Apa indikasinya? Suka mengeluh, kurang sabar, dan patah semangat. Bahkan ada juga yang iri jika memandang orang lain yang nampak lebih unggul daripada kita. Padahal, semakin bersyukur dan menerima apa yang kita  punya, Allah pasti akan menambahkan nikmat yang telah diberikan kepada kita.

Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin itu, karena semua urusannya adalah baik. Hal itu tidak akan terjadi pada seorang kecuali pada orang mukmin. Jika  mendapat nikmat, ia bersyukur maka hal itu baik baginya. Dan jika di timpa musibah, dia bersabar maka hal itu menjadi kebaikan baginya(HR.Muslim)

Maka, dengan bersyukur niscaya akan mendatangkan kebaikan pada diri kita sendiri. Dan nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepada kita semua sungguh besar, apabila kita hitung pastilah tidak akan bisa walau dengan Alat secanggih apapun. Laa haula wa laa quwata illah billah..

  • Ingatlah kepada-Ku niscaya Aku ingat kepada kalian. [QS. Al-Baqarah : 152]

Saat merasa sendirian dan banyak menghadapi persoalan kehidupan, kerap kali manusia merasa tertekan dan frustasi. Kesedihan atau Kebingungan yang tak berujung, tak jarang menjadikan manusia terpengaruh tipu daya setan dan menimbulkan pikiran nekat yang berbuah tindakan yang salah atau menyimpang. Sedangkan, dalam ayat tersebut Allah menjanjikan untuk selalu mengingat(menjaga) hamba-Nya jika mereka tidak melupakan Allah dalam suka maupun duka. Allah yang akan menjaga sehingga tidak terjebak ke jalan yang salah ketika dia berada dalam kesempitan.

Mengingat-Nya dengan lisan kita ketika berdzikir kepada Allah. Dari Abu Musa berkata, Rasulullah bersabda : “Perumpamaan orang yang berdzikir kapada Rabb-nya dengan yang tidak berdzikir seperti kehidupan dan kematian(Mutafaqun “alaihi : 6407, 1823)

Dan mengingat Allah yang paling utama adalah melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

  • Berdoalah kepadaKu maka akan Aku kabulkan untuk kalian. [QS.Ghafir:60]

Sudah jelas bukan? kita manusia diperintahkan untuk berdo’a, dan Allah berjanji akan mengabulkan. Maka, berdo’alah yang baik untuk diri sendiri dan orang lain. Malaikat niscaya akan mengamini dan Allah akan mengabulkan doa orang-orang yang senantiasa dekat dengan-Nya. Bagaimana jika yang datang adalah hal yang tidak tidak kita inginkan atau senangi? Bisa jadi itulah yang terbaik untuk kita. “…Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS.Al-Baqarah : 126)

Subhanallah.. Allah lebih mengetahui apa yang ideal untuk kita terima. Ikhlas, optimis dan husnudzon adalah kuncinya.

  • Tidaklah Allah mengadzab mereka, selama mereka memohon ampun (beristighfar kepada Allah). [QS.Al-Anfal : 33]

Manusia pasti punya dosa, taubatan nasuha (tobat yang sungguh-sungguh) dan istighfar yang diperbanyak kepada Sang Maha Pengampun harus dilakukan. Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Barang siapa yang bertaubat sebelum terbitnya matahari dari tempat terbenamnya, maka Allah menerima taubatnya.” (HR.Muslim: 6861)

Hanya Allah tempat kita mengadu, memohon ampunan dari maksiat dan dosa yang mengotori hati dan melemahkan iman. Wallahu’alambishshowab.

So, Ingatlah janji Allah Subhanahu wata’ala dengan semangat pemburu surga, biar “TERSENGAT” (TerSenyum dan Tetap Semangat). Niscaya takkan ada masalah yang terasa berat.

Yakinlah dengan apa yang telah dijanjikan oleh Allah Subhaanahu wata’ala

Penulis: Zuraida Ayu Mawadati (Anggota MKI SMAN 1 Gemolong angkatan 2014)
Muraja’ah: Ustadz Nur Sahid

Iklan

About Rohis_SMAN1G

Rohis SMAN 1 Gemolong adalah organisasi Rohani Islam yang ada di sekolah kami

Posted on 21 Januari 2015, in Aqidah, Nasehat and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: